Kamis, 24 April 2014

Diantara Kita Dia dan Mereka Part 3 ( Versi ChelGas )



Masih butuh Part 3? Nih deh nih..
Selamat membaca !!
CGF Cinta Damai

Part 3

“Oh yaudah kalo gitu, gue ke kantin duluan ya chel” pamit Bagas
Tidak lama sejak kepergian Bagas dari kelasnya, Chelsea mendapatkan sebuah pesan dihandphonenya, dan ternyata dari Bella
“Chel sorry baru ngabarin, gue hari ini gak sekolah, soalnya nganter Adel ke rumah sakit buat periksa, dia demam chel, sorry ya baru ngabarin” begitulah pesan Bella pada Chelsea
“Sakit? bukannya kemarin dia baru aja dari rumah gue? kalo Bagas tau pasti dia panik banget, hmm tapi gimanapun juga dia harus tau kalo Adel sakit” ujarnya dalam hati
“Saat sekumpulan anak manusia tengil masuk kedalam kelas, Chelsea langsung saja memberitakan kabar Adel sekarang. Ya, dugaan Chelsea benar, orang yang pertama kali ia liat memasang ekspresi khawatir adalah Bagas, dan memang Bagaslah yang paling khawatir diantara yang lainnya
“Kalo gitu nanti pulang sekolah kita jenguk dia, setuju?” usul Bagas
“Iya” semua menjawab serempak
Chelsea cemburu, namun ia tak pantas untuk itu, sangat-sangat tidak pantas, dan Chelsea sadar itu

Setelah jam pelajaran usai, mereka langsung bergegas kerumah Bella, yakni rumah yang Adel tempati saat ini, sesungguhnya Bagas malas menginjak lagi rumah ini, namun demi Adel ia rela melawan rasa malasnya itu
“Del lo gimana keadaannya? kita khawatir tau del” ujar Chelsea
“Gue gakpapa kok, kalian sekarang liat gue kan? I’m very fine. Tadi pagi gue demam, tapi langsung turun kok pas udah minum obat” jelas Adel
“Lo gak kasian del? temen lo yang satu ini nyampe gak makan pas istirahat tadi gara-gara nunggu kabar dari Bella langsung, eh ternyata dia juga gak sekolah”
“Hahaha sorry ya chel, gue panik tadi pagi makanya handphone gue ketinggalan dirumah dan gue baru nyadar pas gue udah dirumah sakit” ucap Bella
“Iya gakpapa kok bel, dia aja nih yang lebay” sambil melirik kearah Bagas, dan semuapun tertawa lepas
Adel menatap Bagas haru, ia sangat senang melihat Bagas ada disini untuk menjenguknya, bahkan sangat senang. Adel tak sedikitpun melepaskan tatapannya dari Bagas, dan tidak ada yang tau apa yang sedang Adel lakukan itu, dan Adel tau sahabatnya ini sedang asik dengan tawa dan candanya, namun ia lupa memperhatikan Chelsea, tanpa Adel sadari Chelsea menatap Adel dan Bagas bergantian dengan tatapan miris -sungguh miris- Chelsea melihat ada cinta dari tatapan Adel, dan Chelseapun kembali mengingat percakapannya dengan Adel kemarin

“Lo udah punya pacar? siapa chel first love lo? orang bule ya?” goda Adel
Jlebb.. Deguban jantung Chelsea semakin meloncat-loncat -entahlah-
“Kenapa diem? jawab dong, yaudah gue gak mau lanjutin”
“Cielahhh ngambek nih anak orang hahaha” ledek Chelsea “Iya deh iya gue jawab. Gue suka sama cowok tapi hanya mengagumi layaknya fans ke idolanya,  dan sekarang gue ngerasain yang beda sama cowok lain, mungkin ini first love gue, bukan cowok yang sangat gue kenal, dan bukan juga cowok bule, gue rasa gue love at the first sight, tapii.. Gue gak mungkin dapetin dia” ujar Chelsea penuh makna
Sepertinya Adel sedang mencerna semua kata-kata Chelsea, Adel memanglah mempunyai kelebihan, dia sangat peka terhadap sahabat-sahabatnya itu, memang inilah Adel, berbeda diantara yang lain. Kini, Chelsea dan Adel sibuk dengan pikirannya masing-masing, merasa tersadar dengan semuanya ini Chelsea langsung saja membuka kembali percakapan
“Kalo lo sendiri gimana sama first love lo? dan sama cowok yang sekarang menempati hati lo?”
“Emm.. kayaknya kita senasib ya chel hehe”

“Apa maksud lo, kita senasib itu, senasib karena sama-sama suka sama orang yang salah?” Tanya Chelsea dalam hati
Bagas sebenarnya tak larut dalam tawanya saat ini, sesekali ia melihat kearah Adel dan juga Chelsea, dan Bagaspun mulai menyadari perubahan sikap mereka berdua, apalagi saat itu mereka sama-sama sedang menatap Bagas lekat -entah sadar atau tidak-
“Udahan ah ketawanya, ada yang gak ikutan” ucap Bagas, sontak mebuat semua menghentikan tawanya, dan sukses membuat Adel dan Chelsea terpelonjok kaget
“Maksud lo?” Tanya Difa
“Engga jadi, yaudah kalo mau ketawa lanjutin aja” ucap Bagas ngasal
“Apaan sih lo? lo nyuruh berhenti dan nyuruh lanjut seenak jidat lo aja! emang kita metromini?” protes Marsha
“Woooo!! Timpukin Bagas!” perintah Angel sontak membuat teman-temannya itu melempar bantal dan guling pada Bagas, semuanyapun kembali tertawa terkecuali Adel. Jelas ia tak tertawa, kamarnya saat ini berubah menjadi kapal pecah ulah sahabat-sahabatnya ini
“STOPPP!!!” teriak Adel meleraikan perang bantal itu
“Kalian mau jenguk gue dan nemenin gue biar gak bosen apa mau ngerenovasi kamar gue jadi kapal pecah ha?” kesal Adel
“Hahahaaa… cupcupcuppp nanti gue bantuin beresin ya?” tawar Chelsea
“Janji ya lo?”
“Iyeee bawel”
Bagas yang melihat kerelaan Chelsea demi sahabatnya itupun langsung ikut-ikutan menawarkan diri untuk membantu Adel dan Chelsea membereskan kamarnya
“Gue juga ikut!” semangat Bagas
“Haaa?” kaget semuanya
“Siapa yang berantakin itu yang beresin” ujar Bagas tegas dan semuanyapun menyetujui itu

Setelah selesai membereskan kamar Adel yang berantakan, semuanyapun bergegas pulang. Angel sudah pasti diantar oleh Difa naik mobil dan kebetulan Marsha searah dengan rumah Angel, maka dari itu dengan sangat terpaksa Difa membawa Marsha juga kedalam mobilnya, karena takut akan kena omelan dari Angel. Sementara itu Chelsea memutuskan untuk pulang sendiri dengan menaiki taksi, namun naas taksi yang ia tunggu sejak tadi berlum saja muncul. Tiba-tiba
“Chel, lo beneran gak mau pulang bareng gue?” Tanya Bagas pada Chelsea yang saat itu tengah menaiki motor ninja merahnya
“Engga gas, gue masih mau nunggu taksi aja, kasian kan lo repot nganterin gue” ujar Chelsea bohong, sebenarnya ia sudah tak ingin menunggu lagi namun ia sadar, Bagas dan Adel saling mencintai tak mungkin ia pulang bersama Bagas, apalagi didepan Adel, ya meskipun Adel sudah masuk kerumah terlebih dahulu, ia merasa tidak enak hati
“Kalo gitu gue tunggu ya nyampe ada taksinya” ucap Bagas tulus, Chelsea hanya menganggukan kepalanya saja
hampir satu jam mereka menunggu taksi namun tak kunjung datang, akhirnya Bagas memutuskan untuk mengajak Chelsea lagi
“Chel udahlah mending lo bareng gue aja, gue gak ngerasa direpotin kok”
“Kalo lo mau duluan, duluan aja” jawab Chelsea, huhh sungguh keras kepala
“Yakin mau gue tinggal, rumah lo gak jauh dari sini ya nyampe lo tolak tawaran gue” Chelsea hanya menggelengkan kepala
“Yaudah sekarang lo naik, kalo gak gue tinggal nih” Refleks, Chelseapun langsung menaiki motor Bagas, dan mereka akhirnyapun menghilang dari tatapan seseorang, ya memang benar ia adalah Adel~
Belum sampai dirumah Chelsea, hujanpun tiba-tiba datang dengan derasnya, mereka mengeroyok Bagas dan Chelsea, dan akhirnya Bagaspun menemukan tempat yang terdapat sebuah pohon besar ditaman kota yang kebetulan ada kursi yang tidak ikut dikeroyok oleh air hujan, akhirnya Bagas memutuskan untuk berlindung disitu.

Chelsea yang alergi kedinginanpun langsung bersin-bersin dibuatnya, tubuhnya menggigil namun berkeringat, matanya juga merah berair, menyadari hal itu Bagaspun langsung meliriknya dan berkata
“Kenapa chel? dingin ya? lo bawa jaket gak?” Tanya Bagas khawatir
“Kalo gue bawa.. uu..daah guee pake daa..rr.ii taddii gaas” ujar Chelsea menggigil
“Gue alergi dingin” lanjutnya
Bagaspun kewalahan dengan apa yang harus ia lakukan, namun tanpa berpikir panjang, ia langsung menjatuhkan Chelsea dalam pelukannya. Chelseapun mendekap dalam pelukan Bagas yang semakin erat, ia masih tidak menyangka pada apa yang dilakukan Bagas tersebut
“Maaf chel, maafin gue udah bikin lo kayak gini” ucap Bagas yang semakin mempererat pelukannya dan mengecup puncak kepala Chelsea dan melakukannya agak lama

Keesokan harinya
“Eh del udah sehat?” Tanya Bagas basa-basi, namun bukannya senang justru kali ini Bagas merasa biasa saja, malah ia lebih gusar dari kemarin, entah apa yang ia khawatirkan saat ini
“Bukannya dari kemarin jug ague emang udah sehat? pake nanya lagi lo” celoteh Adel
“Lah sekarang Chelsea mana?” Tanya Angel
“Iyaa, si Chelsea mana? udah hampir telat nih” ujar Difa
“Begok! kemarinkan dia hujan-hujanan sama lo, kenapa lo lupa nanya kabar dia” gerutu Bagas dalam hati sambil menepu-nepuk jidatnya
“Kenapa lo gas?” Tanya Marsha
“Ehh.. eh.. Gue lupa, kemarin Chelsea kehujanan sama gue dijalan” jelas Bagas
“Begok! kenapa lo biarin Chelsea kehujanan? dia alergi kedinginan tau gak gas?!” kali ini Adel sudah tidak mepedulikan lagi perasaannya terhadap Bagas ia benar-benar marah terhadap Bagas, tak ada satu orangpun yang boleh membiarkan Chelsea kedinginan apalagi kehujanan itulah janji Adel
“Sorry gue juga baru tau waktu dia ngomong gitu ke gue” ucap Bagas penuh dosa
“Sorry sorry!! Sorrynya bukan ke gue! sorrynya ke Chelsea gas!”
“Chelsea alergi kedinginan? kalo gitu dia gak boleh sendirian dong, biar ada yang ngasih kehangatan sama dia” ucap Angel polos
“Harusnya gitu ngel, tapi percuma walaupun ada yang nemenin dia, dia kan tetep aja sakit” emosi Adel
Bagas benar-benar tidak habis pikir terhadap sikap Adel padanya, Adel benar-benar marah pada Bagas, dan itulah kesalahan terbesar Bagas,namun bukan karena hal itu saja, namun karena sosok Chelsea yang begitu baik dan disayangi oleh Adel hari ini terjatuh sakit akibat Bagas. Kalau saja ia tidak memaksa Chelsea untuk pulang naik motor, dan menunggu sedikit waktu lagi agar Chelsea bisa naik taksi, mungkin tidak seperti ini jadinya. Bagaspun langsung saja meraih handphone yang ada disaku celananya, ia tidak peduli walaupun jam pelajaran dimulai, yang jelas ia harus segera meminta maaf pada Chelsea saat itu juga.

From Bagas:
Chel, maaf soal kemarin. Gue bener-
bener nyesel Chel, kalo aja waktu itu
gue bisa ngasih sedikit kehangatan
mungkin lo gak akan kayak gini jadinya

Chelsea hanya tersenyum melihat kalimat terakhir Bagas itu, sekhawatir itukah ia pada Chelsea? padahal kemarin kan Bagas ngasih kehangatan yang begitu berguna bagi Chelsea, lalu?

From Chelsea:
Sekhawatir itukah gas? but thank you
very much gas, bukan salah lo kok :)
Maaf ya udah bikin lo khawatir wkwk

From Bagas:
You’re welcome chel :)
Gimana keadaan lo sekarang?

From Chelsea:
Gue baik-baik aja gas, Cuma
perlu istirahat aja :)
Ohya udahan ah, lo belajar sana!

From Bagas:
Iyaa princess bawel:p
Get well soon ya {}

From Chelsea:
Jangan meluk gue mulu!

“Hahaha ada-ada aja” ujar Bagas keceplosan
“Bagas!” sentak pak Naga
“Ehh.. ehh iya pak?” kaget Bagas
“Sedang apa kamu ha?”
“Gak kok pak ini.. ehh ini pak..” jawab Bagas gelagapan
“Ini apa hah?”
“Engga kok pak, maaf”
“Sekali lagi kamu tertawa, kamu lebih baik keluar, jangan kamu pikir bapak takut sama kamu karena ini sekolah papa kamu ya” tegas pak Naga
“Iyaa pak, maaf”
Sepulang sekolah, Bagas memutuskan untuk datang menjenguk Chelsea dirumahnya, namun tanpa sahabat-sahabatnya. Mereka memang sengaja membiarkan Bagas pergi kerumah Chelsea sendirian, agar Bagas dapat meminta maaf dan menebus kesalahannya sendirian saja.

“Permisi, chel” ujar bagas seraya mengetuk pintu kamar Chelsea, dan secara tidak sengaja pintu kamar Chelsea terbuka perlahan karena tidak dikunci, dan alhasil Bagas bisa melihat Chelsea yang sedang tertidur dari balik pintu kamar Chelsea, entah ada dorongan dari mana, Bagas terus melangkahkan kakinya semakin masuk kedalam kamar Chelsea, dan semakin jelas pula ia dapat melihat Chelsea yang sedang tertidur -cantik-
“Chel..” lirih Bagas penuh dosa sambil mengusap-ngusap puncak kepala Chelsea
“Maafin gue ya, maafin gue yang udah lancing bikin lo kayak gini” ucap Bagas lemah, Chelsea yang dapat sangat jelas mendengarkan suara Bagaspun tiba-tiba terbangun, dengan tatapan yang masih buram Chelsea mencoba terus memperhatikan seluk beluk wajah Bagas
“Udah bangun? maaf lagi karena gue udah ganggu istirahat lo”
“Hmm.. gakpapa kok gas, lagian dari tadi gue tidur mulu”
“Udah baikan keadaannya?”
“Hmm” Chelsea menangguk
“Udah makan obat?” Tanya Bagas lagi, kali ini Chelsea menggelengkan kepalanya
“Loh kenapa? yaudah sekarang lo harus makan obat ya, biar besok bisa sekolah” ujar Bagas khawatir dan penuh perhatian
“Gas..”
“Hmm?”
“Lo kok care banget sih sama gue? nanti diluar sana ada yang jealous lagi” goda Chelsea
“Hah? apaan sih lo chel:p gue kan harus tanggung jawab karena gue udah bikin lo kayak gini, lagian siapa sih yang jealous?” Tanya Bagas tersipu malu
“Hahaha orang yang lo suka misalnya” ucap Chelsea penuh makna “Gue kira lo emang tulus jengukin gue, ternyata lo Cuma..” lanjutnya dalam hati

Gimana nyampe sini? masih gak seru ya? oke deh adm coba bikin yang lebih wow, tapi terus pantengin ya!!
Maaf yo salah-salahnya.. See you dears byebyee
# Adm. Helda

Diantara Kita Dia dan Mereka Part 2 ( Versi ChelGas )



Dilanjut yaa part 2 nyaa.. Nihh nihh
Selamat membaca :))

Part 2

“Maaf ya Agatha Chelsea” ucap Bagas lagi sambil memamerkan senyum mautnya
“Iya” jawab Chelsea yang tak mau kalah memamerkan senyum manisnya
“Hmm.. ayo gas buruan” ujar Difa tak sabar
“Gue duluan ya guys” pamit Bagas pada semua yang ada disitu, Adel, Marsha, Angel, dan.. Chelsea
Saat Bagas, Difa, dan Rafli akan keluar kelas tiba-tiba Bella datang
“Eh gas, istirahat ya? bareng yo”
“Jangan gas, gue mohon” ucap Adel dalam hatinya
“Lo bareng sama mereka aja” menunjuk kearah Adel dkk “gue juga mau bareng sama curut-curut ini” lanjutnya
“Siapa yang menurut lo curut?” Sewot Difa dan Rafli bersama
“Hehee”
“Nyengir lo!” ujar Difa

“Chelsea?” kaget Bella yang langsung memeluk Chelsea erat, Bagas yang masih bisa sangat jelas mendengar teriakan Bella itu langsung saja menoleh kearah sumber suara, nampaknya Bagas semakin dibuat bingung oleh kedatangan Chelsea yang langsung disambut kaget oleh Bella dan Adel ini -Sebenernya Chelsea siapanya mereka?-

“Chel lo kemana aja? kita kangen banget sama lo” ujar Bella
“Iya chel, sekarang lo certain sama kita kenapa lo ngilang dan tiba-tiba..” ucap Adel yang sengaja menggantungkan kalimatnya
“Gue kangen banget sama kalian makanya gue minta sama mama papa gue supaya kita pindah ke Indo, ya meskipun harus di Jakarta, dan akhirnya papa gue dapet tawaran pindah ke Jakarta, makanya sekarang gue ada disini, gue kangen banget sama kalian” ujar Chelsea dengan terisak-isak haru
“Jadi kalian temen lama yang terpisahkan?” Tanya marsha
“Iya sha” jawab Adel
“Kalo gitu kita jadi sahabatan dong, emm 5 orang hahaa” ucap Angel
“Pasti haha” merekapun berbincang bincang di kantin sekolah sambil sesekali terdengar tawa canda mereka

At Chelsea’s house
“Cowok tadi siapnya Bella ya? kok Bella nyampe ngelupain temen-temennya gara-gara mau istirahat bareng Bagas? apa jangan-jangan..” sangka Chelsea dalam hati, tiba-tiba grrttt..

================

From Adel
Chel, gue kerumah lo ya?
Kangen sama mama
papa lo juga nih haha:D
gue juga masih kangen sama lo{}

=================
Disebrang sana Adel masih menunggu Chelsea menyetujui permintaannya, tiba-tiba..

=================

From Chelsea
Iyeeee:p
Buruan sini gue juga masih
kangen sama lo wkwk:p
ini alamat gue:
Jln. ……….

==================

Setelah mendapatkan penyetujuan dari Chelsea, Adel langsung saja bergegas menuju rumah Chelsea namun tanpa Bella, seperti biasa.. Bella sedang ingin sendirian lagi pula ia masih bisa bertemu dengan Chelsea besok. Ya, Bella memang selalu saja begitu, namun kedua sahabatnya itu tidak mengapa, mereka mengerti betul sosok Bella seperti apa

“Permisi.. Tante? aku kangen sama tante” ucap Adel ketika bertemu dengan mama Chelsea
“Adel ya? makin cantik aja del hehe” ujar mama Chelsea “Kamu kok bisa ada disini?” lanjutnya
“Adel sekelas sama Chelsea tante, Adel juga baru pindah ke sekolah itu sejak seminggu yang lalu”
“Oya? bagus kalo gitu, terus Bella gimana kabarnya del?”
“Bella baik-baik aja kok tan, Bella juga sekolah disekolah yang sama, Cuma beda kelas tan”
“Terus kenapa dia gak ikut kesini?”
“Biasa tan, Bella emang kayak gitu kan dari dulu, malah lebih-lebih dari dulu tan” ujar Adel sambil memanyunkan bibirnya
“Loh kenapa? jangan gitu del, dia kan sepupu kamu” ucap mama Chelsea menasihati
“Emang bener kok tan, yaaa gara-gara cowok yang namanya Ba..” Adel tersadar dan langsung merutuki dirinya dalam hati -hampi saja keceplosan-
Tidak jauh dari sumber suara, Chelsea ternyata terdiam bertanya-tanya dalam hatinya -Apakah Bagas?-
“Hmm ma, keasikan ngobrol ya nyampe lupa ngajak Adel masuk?” ujar Chelsea polos
“Eh iya mama lupa hehe, ayo del masuk”
“Iya tante”
“Masuk kamar yo del” ajak Chelsea

“Tadi lo kok gak ngelanjutin omongan lo sama mama sih?” Tanya Chelsea penasaran
“Omongan yang mana?” Tanya Adel balik yang sebenarnya paham apa yang dimaksud Chelsea
“Bella berubah gara-gara cowok berinisial B. Siapa? Bagas?” Tanya Chelsea dengan suara yang sewot
“Chelsea? kok ngomongnya gitu? ada yang aneh” curiganya dalam hati
“Kok bengong” Tanya Chelsea lagi
“Ehh.. ehh sorry” ujar Adel gelalapan “Bella kan gak ngelarang gue buat nutupin ini dari Chelsea, gakpapa lah gue bilangin yang sebenernya, toh gak akan rugi buat gue dan Bella” pikirnya dalam hati
“Kenapa ngelamun lagi siii”
“hiihii” Adel nyengir kuda
“Bukannya jawab gue lo-_-“
“Iya iya gue jawab tapi habis itu lo juga jawab pertanyaan gue ya?”
“Hmmm..”
“Bella itu masih suka sama Bagas, dia sendiri yang ngaku sama gue kalo dia kayak gitu itu semenjak putus sama Bagas dan..” belum sempat Adel menyelesaikan penjelasannya Chelsea langsung saja memotong
“What? mantan? jadi Bella mantannya Bagas? sejak kapan? wahh dia masih suka? terus Bagasnya? wahh gila! ternyata si Bella gini gara-gara si Bagas ya? wahwahh hahaa” dalam tawanya Chelsea merasa ada yang aneh -hambar- ya, Chelsea tertawa hambar
“Gak bisa nanya satu-satu? GUE BELUM SELESAI NGOMONG! NYEROCOS AJA TERUS LO” protes Adel sambil menaikan suaranya dalam beberapa kata
“Hihihii”
“Giliran lo deh yang nyengir kuda-_-“
“Peace beibehh” sambil mengucek-ngucek hidung Adel “Lanjut-lanjut” pintanya
“HIDUNG GUE CHELSEAA!!! L
“Hahaha iya deh iyaa, ayo lanjuttt”
“Masih mau lanjut lo?”
“Iyaa iyaa”
“Tapi jawab pertanyaan gue!”
“Apa?”
“Lo udah punya pacar? siapa chel first love lo? orang bule ya?” goda Adel
Jlebb.. Deguban jantung Chelsea semakin meloncat-loncat -entahlah-
“Kenapa diem? jawab dong, yaudah gue gak mau lanjutin”
“Cielahhh ngambek nih anak orang hahaha” ledek Chelsea “Iya deh iya gue jawab. Gue suka sama cowok tapi hanya mengagumi layaknya fans ke idolanya,  dan sekarang gue ngerasain yang beda sama cowok lain, mungkin ini first love gue, bukan cowok yang sangat gue kenal, dan bukan juga cowok bule, gue rasa gue love at the first sight, tapii.. Gue gak mungkin dapetin dia” ujar Chelsea penuh makna
Sepertinya Adel sedang mencerna semua kata-kata Chelsea, Adel memanglah mempunyai kelebihan, dia sangat peka terhadap sahabat-sahabatnya itu, memang inilah Adel, berbeda diantara yang lain. Kini, Chelsea dan Adel sibuk dengan pikirannya masing-masing, merasa tersadar dengan semuanya ini Chelsea langsung saja membuka kembali percakapan
“Kalo lo sendiri gimana sama first love lo? dan sama cowok yang sekarang menempati hati lo?”
“Emm.. kayaknya kita senasib ya chel hehe”
“Apa maksud lo, lo suka juga sama Bagas del?” Tanya Chelsea dalam hati

“Beruntung ya Bella?” ujar Chelsea penuh makna
“Iyaa, beruntung banget dia” Adel sangat mengiyakan perkataan Chelsea barusan, ya mereka sama-sama mencintai seorang Bagas

# Di sisi lain
Sejak sore tadi Bagas hanya terbaring ditempat tidurnya, sering kali ia juga membalik-balikan badannya
“Kok ngedadak gue jadi gusar gini sih?” Tanya Bagas pada dirinya sendiri
Kebetulan Rika sedang berjalan melewati kamar Bagas, ia penasaran kemana Bagas sejak sore tadi? mengapa ia tak keluar juga dari kamar? dengan beberapa pertanyaan diotaknya Rikapun mencoba membuka kamar Bagas yang saat itu tidak dikunci, ia melihat  Bagas sibuk mebolak-balikan badannya diatas tempat tidur. Merasa Bagas sangat aneh, Rikapun memustuskan untuk masuk tanpa permisi terlebih dahulu
“Ngapain lo dek?” Tanya Rika mengagetkan Bagas
“Eh lo ngapain disini sih kak? pake gak permisi dulu lagi mau masuk” protes Bagas pada kakak sulungnya itu, ya Bagas dan Rika adalah sepasang anak di keluarga Erlangga
“Habisnya lo aneh, dari tadi sore lo gak keluar kamar, dan waktu gue mau nyamperin lo eh pintunya gak kekunci dan gue liat lo ngebolak-balikin badan lo gitu, kenapa?” jelas Rika panjang lebar
“Gak tau kak, gue ngerasa hari ini aneh banget, seneng iya, kesel iya, ngerasa dibikin penasaran juga iya” curhat Bagas
“Penasaran sama siapa lo?”
“Makanya itu, gue sendiri juga penasaran, kok gue bisa penasaran” jelas Bagas yang sama sekali tidak jelas itu
“Ngomong apasih lo?” ledek Rika sambil tertawa sambil mengacak-ngacak rambut Bagas, dan langsung duduk ditempat tidur Bagas
“Hihii”
“Nyengir lo!”
“Kak, percaya sama love at the fisrt sight gak?” Tanya Bagas yang sontak membuat Rika kaget dan mulai paham pada perubahan sikapnya itu
“Love at the first sight? ya iyalah percaya” ujar Rika meyakinkan Bagas “Lo lagi ngerasain itu ya? sama siapa? apa ada anak baru disekolah lo? dan anak baru itu bikin lo ngerasain love at the first sight?” Tanya Rika lagi dan sontak membuat Bagas berdiri diatas tempat tidurnya sendiri
“Apasih lo kak?” protes Bagas
“Iya kan, ada anak baru disekolah lo?” goda Rika yang semakin protes terhadap ucapan Rika
“Iya ada anak baru, tapi gue sukanya bukan sama dia!”
“Lah? bukannya lo tadi nanyanya soal love at the first sight? kalo bukan dia siapa lagi?”
“Gue suka sama sepupunya Bella kak, namanya Adelia, Adel itu sahabatnya Chelsea dari kecil dan Chelsea itulah yang jadi anak baru dikelas gue tadi” jelasnya “Adel juga anak baru tapi satu minggu yang lalu, dia pindahan dari Aussie, kalo Chelsea baru masuk tadi, dia pindahan dari London” lanjutnya
“Gue gak yakin sama lo gas” ujar Rika
“Kenapa lo yang gak yakin? gue ngomong pake hati loh, dan gue emang suka sama Adel”
“Hmm..” Selidik Rika
“Kalo lo engga mau bantuin gue mending lo keluar” usir Bagas yang  mulai kesal terhadap kakaknya ini, bukan bantuin malah bikin kesel! dasar Rika
“Ngusir lo? yaudah gue pergi BYE”
“Dasar kakak nyebelin lo-_-“ ujar Bagas dengan suara meninggi
“Orang lo sendiri yang engga mau gue yakinnin” teriak Rika yang menutup pintu kamar Bagas dengan sentakan keras

“Selamat pagi mama, selamat pagi papa” ujar Chelsea semangat
“Cie hari ini anak mama cerianya gak ketulungan ya pa?” goda mama
“Iyaa, anak papa sekarang udah keliatan lebih ceria dari sebelumnya, seneng ya sayang di Jakarta”
“Iyaa pa ma, Chelsea senennggg banget di sini, apalagi..” belum sempat Chelsea menyelesaikan ucapannya itu, tiba-tiba ia teringat oleh perkataan Adel kemarin sore
 “Bella itu masih suka sama Bagas, dia sendiri yang ngaku sama gue kalo dia kayak gitu itu semenjak putus sama Bagas dan..”
“Engga Chel lo gak boleh suka sama Bagas! Engga boleh!” rutuknya dalam hati
“Kenapa sayang kok diem?” Tanya mama
“Engga kok ma gakpapa hehe”
Makannya udah selesai, waktunya Chelsea berpamitan pada mamanya
“Ma Chelsea sama papa berangkat ya, mama jangan ngerasa kesepian karena Chelsea pergi”
“Haha iyaa sayang, yaudah sana kamu berangkat, belajar yang bener ya”

At SMA Langit Biru
“Sha, ngel, Adel belum dateng ya?” Tanya Chelsea khawatir
“Iya nih, dia belum dateng mana bentar lagi bel masuk lagi” jawab Angel panik
“Apa jangan-jangan dia gak bakalan masuk?” Tanya Marsha
Bagas yang mendengar perkataan Chelsea, Angel, dan Marshapun mulai gusar dengan ketidak hadiran Adel, Bagas
terus mondar-mandir didepan kelas dan duduk dibangkunya dengan tidak tenang. Chelsea sungguh menyadari akan hal itu, bagaimana tidak? bangku Bagas dengan Chelsea kan sebelahan
“Kenapa gas?” Tanya Chelsea sehati-hati  mungkin
“Gakpapa kok chel, ohyaa Adel sekolah gak? kok belum dateng sih”
Jlebb.. Chelsea sudah menduga akan hal ini, dan sekarang Chelsea benar-benar paham, ternyata Bagas mencintai Adel, lalu Bella? bagaimana dengan dia, pertanyaan itu berputar dalam otak Chelsea saat ini.
“Kok diem chel?” Tanya bagas lagi
“Gakpapa kok, gue juga gak tau nih gas Adel kemana, gue udah coba sms dia tapi gak dibales juga”
Teeetttttt.. bel masukpun berbunyi, tak perlu berselang waktu cukup lama, pak Oni pun langsung masuk dan memulai jam pelajaran, dan sampai saat ini juga Adel belum menampakan batang hidungnya dihadapan Chelsea maupun Bagas
“Pelajaran yang membosankan” ujar Marsha
“Iya sha, sangat sangat membosankan” balas Angel
“Ssst.. Angel jangan gitu, kasian pak Oni nya udah capek ngajar” kata Difa menasihati
“Yee Difa sok asik:p” celoteh Marsha
“Bukan ke elo sha!” protes Difa
“Tapi kan gue juga ngomongnya samaan kayak Angel”
“Bisakah kalian tenang? jangan berisik saat jam pelajaran, kasian yang lain” tegas pak Oni
“Pak Oni ngasihanin siapa ngel? bukannya emang gak ada yang merhatiin ya kecuali pacar lo, pacar lo aja barusan gak terlalu merhatiin kok, malah ngomong sama gue” cerocos Marsha. Ya, Angel dan Difa pacaran sejak 2 minggu yang lalu
“Marsha!” kali ini pak Oni benar-benar marah pada kelakuan Marsha
“Hadeuhh Marsha.. Marshaa..  Le to the mot” ejek Novi dan kawan-kawan
“Sudah semuanya! Jangan berisik!” tegas pak Oni “Kamu Marsha, satu kali lagi kamu mengganggu yang lainnya dikelas saya, saya tidak segan-segan mengeluarkan kamu dikelas saya. Mengerti?”
“Iyaa pak” celutuk Marsha
Bel istirahatpun berbunyi, semua mensyukuri hal itu tak terkecuali Bagas dan Chelsea, yang sedari tadi hanya diam dalam pikiran mereka masing-masing, bahkan saat pak Oni marahpun mereka berdua sama-sama tidak menyadarinya.
“Ngel ke kantin bareng yuk?” ajak Difa
“Lah gue?” protes Marsha
“Sana aja sama Chelsea!”
“Kamu gak sama Bagas?” Tanya Angel
“Males ganggu ah, liat aja sendiri dia! yaudah yoo ke kantin”
“Di to the fa! gue gimana?” Tanya Marsha sekali lagi
“Sama Chelsea aja MARSHA kalo engga sama si Rafli aja sono” ucap Difa emosi
“Lo gak liat apa Chelsea lagi ngapain? Rafli? kan dia kumpulan osis difoo” ujar Marsha, dan mereka bertigapun langsung melirik Chelsea, setelah itu mereka saling menatap satu sama lain. Bagas, Chelsea.. Benar-benar membuat tiga sahabatnya ini bingung, mereka bertiga sama-sama menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sekali-sekali mereka mencoba menyadarkan Bagas dan Chelsea, namun naas hasilnya sia-sia. Mereka tidak sadar juga, dan dengan satu sentakan kuat Marsha mengagetkan Bagas dan Chelsea secara bersamaan
“WOYY!!” teriak Marha
“Berisik gila!” protes Bagas yang langsung menutup telinganya
“Marsha apa-apaan sih, bikin kaget tau gak?” ucap Chelsea sambil mengusap-ngusap dadanya
“Maaf, habisnya sih kalian dari tadi bengong mulu, sama-sama nunduk lagi! diomongin juga gak denger, apa jangan-jangan dari pelajaran pak Oni kalian emang udah ngelamun gitu hah?” cerocos Marsha
“Lo gak liat apa tadi pak Oni ngamuk gara-gara nih cewek” Tanya Difa sambil melirik kearah Marsha
“Ngamuk?” Tanya Bagas dan Chelsea serempak
“Gas, chel.. Kalian?” Tanya Angel aneh
“Udah ah ribet ngurusin kalian, mending kita ke kantin yo ngel” ajak Difa yang langsung saja merangkul dan membawa Angel keluar kelas, Marsha yang masih terpaku melihat keanehan Bagas dan Chelseapun langsung saja keluar ketika melihat Rafli melewati kelasnya. Kini, tersisa dua anak manusia dikelas, mereka sama-sama terdiam dan tak tahu harus berbuat apa. Merasa bosan dengan kesunyian ini, akhirnya Bagas membuka suara
“Chel, lo gak istirahat?” Tanya Bagas lembut namun Chelsea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja
“Lo gak laper?” Tanya Bagas lagi dengan nada suara yang semakin melembut
“Engga kok gas, gue gak laper. Kalo lo laper, lo istirahat aja, susulin mereka”
“Terus lo?”
“Bagas kok mendadak perhatian gini sama gue?” Tanya Chelsea dalam hati
“Hmm.. Gakpapa gue sendiri disini, lagian juga kan nanti takutnya ada Bella nyamperin kesini, sekalian gue mau tanyain keadaan Adel gimana?” ujar Chelsea tak kalah lembutnya.
“Oh iyaa Adel!! kenapa gue lupain dia? bukannya tadi gue mikirin dia? terus kenapa sekarang dia ngilang dan muncul lagi waktu Chelsea yang ngingetin gue?” Tanya Bagas dalam hati

Ditunggu yo kelanjutannya..
Maaf atas segala kesalahannya, no bully! CGF Cinta Damai
# Adm. Helda

Antara Kita Dia dan Mereka Part 1 ( versi ChelGas )

Nih buat ChelGas Fever, selamat membaca yaa :))
Yang gak tertarik gak usah baca, thanks

Antara kita, dia, dan mereka   
o  Bagas Rahman Dwi Saputra
o  Agatha Chelsea Terriyanto
o  Adelia Artamevia
o  Difa Ryansyah
o  Angel Karundeng
o  Bella Graceva
o  Rika Alfiany
o  Rafli
o  Karel Susanteo
o  Bryan Domani

Part 1
At London
 “Happy birthday Chelsea.. Happy birthday Chelsea.. Happy birthday happy birthday.. Happy birthday Chelsea” mama dan papa datang membawa sebuah kue ulang tahun berlapisi cokelat kesukaan Chelsea
“Makasih pa ma, Chelsea sayang sama mama sama papa” ucap Chelsea bahagia yang langsung memeluk mama dan papanya itu
“Ma pa.. Chelsea boleh gak minta satu hal lagi sama mama sama papa di ulang tahun Chelsea ini?” ucap Chelsea lagi dengan nada yang memelas
“Emangnya kamu mau apa sayang?” jawab mama
“Chelsea pingin pulang ke Indo, Chelsea kangen sama semuanya, sama temen-temen, sama rumah, sama semua pokoknya”
“Tapi kan ini rumah kita, papa juga kan masih ditugaskan disini” ujar mama
Grrrttt.. grrtt… Terdengar suara getaran handphone milik papa yang menandakan sebuah pesan masuk. Ketika papa Chelsea membuka pesan itu, secara tidak sadar ia pun terkejut dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
“Ada apa pa?” Tanya mama Chelsea
“Chelsea sayang, papa punya kabar baik buat kita semua”
“Oyaa? apa pa?”
“Minggu depan kita pulang ke Indonesia, ke Jakarta sayang” ujar papa, sontak membuat Chelsea senang dan langsung jingkrak-jingkrak seperti anak kecil yang baru saja dibelikan ice cream oleh papanya
“Chelsea! kamu kayak anak kecil aja deh, kamu kan udah 16 tahun sayang” protes mama
“Hahaha habisnya seneng sih ma, minggu depan kita pulang.. minggu depan kita pulang.. yeyeyeee” jawab Chelsea senang

At Jakarta
“Haii del!! gue disini” teriak Bella dibandara ketika menjemput sepupu sekaligus sahabatnya ini
“Heiii bel, gue kira lo gak bakal jemput gue” sindir sepupunya itu yang ternyata adalah Adelia. Adelia atau yang akrab disapa Adel ini ternyata sahabat sekaligus sepupu Bella yang paling akrab dengannya, meskipun Bella sering sekali bersikap jutek dan menyebalkan tapi Adel tetap menyayanginya
“Nyokap sama bokap gue lagi keluar dan gak bisa jemput lo, makanya gue yang datang kesini” ucap Bella sekenanya
“Ebusett lo sepupu macam apaan, terpaksa banget ngejemput gue kesini-_-“ protes Adel
“Hahaaha becanda, udah yoo pulang”
Di mobil mereka hanya diam, sibuk dengan pikiran masing-masing, justru keadaan inilah yang membuat Adel semakin merindukan sahabatnya, Chelsea. Setiap kembali ke Indonesia Adel tidak pernah menemukan sosok Chelsea “Apakah mungkin dia tak pernah datang dan berkunjung ke Indonesia” Tanya Adel dalam hati
Ya, Chelsea Adel dan juga Bella memang sudah bersahabat sejak kecil, mereka bersahabat ketika mereka sama-sama tinggal di Bandung. Namun mereka terpisah ketika beranjak remaja, karena pekerjaan orangtua mereka. Chelsea pindah ke London, Adel pindah ke Aussie, sementara Bella pindah ke Jakarta.
“Hmm.. lo kok murung sih del” Tanya Bella yang saat itu mendapati Adel yang terlihat sedih hingga sampai di rumah
“Gak kok gakpapa, gue Cuma kangen Chelsea. Ini yang ketiga kalinya gue balik, tapi sampai detik ini Chelsea sahabat gue belum juga menampakan batang hidungnya”
“Dia lupa sama kita gak ya? kok dia gak pulang-pulang sih” Tanya Bella
“Hmmm” Adel hanya menggeleng-gelengkan kepala menandakan dia juga tidak mengerti pada sikap Chelsea
“Atau jangan-jangan dia pulang tapi ke Bandung, dan dia.. Dia balik lagi ke London karena gak nemuin kita di Bandung” ujar Bella
“Gue kangen bel gue kangen” rengek Adel, manja
Malampun tiba, Adel menemukan Bella dipinggir kolam renang sedang memandangi sebuah foto dilayar handphonenya
“Lo lagi liatin foto siapa bel?”
“Kepo lo!!” serang Bella
“Biasa aja kali bel, gue aneh banget sama lo, kenapa sih jadi orang jutek-jutek amat, dulu lo gak gini-gini amat perasaan”
“Karena ba..” belum sempat Bella menyelesaikan kalimatnya, ia langsung mendapatkan sebuah pesan dari orangtuanya

==================
From: mama

Maafin mama ya bel,
mama sama papa gak bisa
pulang malam ini tapi mama
janji, besok mama pulang
salam buat Adel ya sayang

===================

“Yahh mama…” ujar Bella
“Kenapa lo?”
“Mama gak bisa pulang malam ini, dia nitip salam tuh buat lo” ucapnya sinis
“Ohh.. lanjutin omongan lo tadi!” perintah Adel pada Bella tak kalah sinisnya
“Nih kalo lo mau tau” seraya menunjukan foto seorang laki-laki tampan yang katanya adalah mantan Bella “Dia mantan gue, gue kangen” lanjutnya
“What?? Mantan? kangen? gak salah?” kaget Adel
“Nanyanya satu-satu bisa?”
“Gak usah nanya balik lo! Cowok itu bikin lo kangen masa? satu sekolahan sama kita?”
“Iya, besok gue tunjukin orangnya, tapi beda kelas sama gue” Ucap Bella yang langsung saja menyelonong pergi tanpa menghiraukan sepupunya yang sedang menganga ini –dasar Bella-

At SMA Langit Biru
“Ini ruang Kepseknya, soal Bagas, istirahat gue tunjukin, kalo gitu bye” ucap Bella tanpa basabasi
“Eh lo, tungguin kek” protes Adel kesal, namun tak mampu menahan langkah Bella

“Adelia mari, ini kelas kamu dan merekalah teman-teman baru kamu, ayo perkenalkan diri” ucap bapak kepala sekolah setelah mengantarkan Adel ke kelasnya
“Oh iya pak” ucap Adel sembari mengangguk dan tersenyum. Matanya langsung menangkap sosok laki-laki tampan yang sudah tidak aneh lagi bagi dia –tapi siapa- “Perkenalkan nama saya Adelia, saya pindahan dari Aussie, salam kenal semuanya” lanjut Adel sambil tersenyum
“Yasudah kalo begitu bapak keluar dulu ya” pamit pak kepsek kepada Adel dan semuanya “Bu, saya tunggu diruangan rapat ya” lanjut pak kepsek tersebut
“Oh iya pak, saya akan segera kesana” jawab Ibu Winda
“Adelia, sepertinya tempat duduknya sudah penuh, kalo begitu kamu tunggu sebentar ya, ibu akan menyuruh orang dulu untuk membawa bangku yang baru” ujar bu Winda “Dan kalian semua, ibu akan mengikuti rapat, maka dari itu kalian jangan berisik ya, ibu tidak akan memberikan tugas untuk kali ini”
“Yeeee!!” sorak semuanya dengan senang kecuali Adel
“Haii del, kenalin gue Angel temen sebangku Marsha”
“Dan gue Marsha, salam kenal ya”
“Hehehe iyaa..”
“Nak ini kursi dan mejanya, bapak bawa dua pasang, mau disimpan dimana?” ucap seorang bapak yang sudah cukup tua yang tak lain adalah pak jono, tukang kebun sekolah ini
“Gakpapa kok pak, biar saya sendiri saja” ucap Adel ramah
Adel duduk tepat dibelakang Angel-Marsha dan disampingnya taklain adalah sosok laki-laki yang tadi mencuri perhatian Adel
“Hei tetangga baru, kenalin gue Ba-gas” Bagas memperkenalkan dirinya seraya menjulurkan tangannya
“Bagas.. cowok ini..” ucapnya dalam hati
“Why? ada yang salah sama gue?”
“Hhh.. engga kok, oh ya salam kenal ya hehe” jawabnya sambil tersenyum canggung “Bagas, ohmyGod cowok ini.. pantes aja Bella.. “ ucapnya kembali dalam hati, belum sempat menyelesaikan kalimatnya Bagas kembali membangunkan Adel dalam lamunannya
“Jangan bengong mulu woy” ucap Bagas dan langsung berlalu

“Bagas, emang cowok yang.. Pantes Bella gak bisa move on”

Semuanya belum dimulai dalam sebuah lembaran kertas yang mengisahkan tentang suatu hubungan -keluarga, persahabatan, bahkan pasangan- Rasa cinta yang tumbuh dalam hati seorang Bagas maupun Adel akan memulainya semuanya, datang seperti angin yang menyentuh lembut bagian kulit namun pergi dengan mengombang-ambingkan kisahnya

1 minggu kemudian di London

Tampaknya Chelsea dan keluarga tengah bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia
“Mama cepetan dong, Chelsea tunggu dibawah ya” teriak Chelsea tidak sabaran
“Iya sayang, kamu gak sabaran banget, keliatan deh yang udah kangen sama Indonesia”
“Iya dong ma, Chelsea kan udah 4 tahun gak ketemu sama temen-temen, Chelsea kangen banget, ya meskipun di Jakarta Chelsea juga gak akan ketemu sama temen-temen, seengganya Chelsea lebih deket sama mereka -mungkin-”
“Yaudah ayo kita berangkat”

At Chelsea’s Family’s New House
“Papa udah daftarin kamu di SMA Langit Biru dan mulai besok kamu sekolah ya chel” ujar papa
“Iyaa pa” jawab Chelsea setuju
“Yaudah kamu istirahat yang cukup biar besok fit lagi” pinta mama
Malam ini Chelsea tidak bisa tidur dengan nyenyak, bayangan kedua sahabatnya terus menari-nari dalam bayangan Chelsea, ia sangat merindukan kedua sahabatnya itu “Mungkin gak ya kita ketemu disini?” Tanya Chelsea dalam hati
Ia pun tertidur pulas bersama dengan bayangan kedua sahabatnya

# Di sisi lain
“Gue tidur disini ya” ujar Bella yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar Adel
“Tumben?”
“Gak bisa tidur gue dikamar sendiri” jawab Bella yang langsung saja merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur Adel “Kenapa lo senyum-senyum gak jelas, serem tau gak lo malem-malem gini” lanjutnya
“Gak tau kenapa malem ini gue rasa ada yang beda, rasanya itu seneennngg banget” ujar Adel lebay
“Udah ah jangan senyum-senyum lagi, merinding gue  liatnya” ucap Bella yang langsung saja dengan santainya menutupi tubuhnya dengan selimut
“Sialan lo!” ujar Adel geram

Keesokan harinya di rumah Chelsea
“Chelsea! cepet dong, hari ini kan kamu harus menemui kepala sekolah dulu” teriak mama di meja makan
“Bentar ma, Chelsea ngiket rambut dulu” teriak Chelsea juga sambil berlari menuju meja makan
“Kamu sih, kok bangunnya telat? semalem langsung tidur gak?” Tanya papa, Chelsea hanya menggelengkan kepalanya seraya mulai menyantap sarapan paginya yang langsung habis dalam sekejap
“Cepet banget chel?” Tanya mama melongo
“Kan Chelsea takut telat ma, yaudah ayo pa kita berangkat” ujar Chelsea yang masih berusaha menelan makanannya “Chelsea berangkat ya ma, dadahhh”

At SMA Langit Biru
Hari ini Adel berangkat pagi-pagi sekali, karena Bella ada urusan dulu sebelum masuk jam pelajaran, ditengah-tengah kelas yang masih sepi Adel merasa hari ini ia begitu bahagia -entah kenapa- tiba-tiba..
“Hai del, selamat pagi” terdengar suara Bagas diarah pintu
“Eh gas, pagi juga hehe”
“Tumben pagi banget”
“Tau tuh si Bella ada urusan katanya sebelum masuk jam pertama” ujar Adel dengan memanyunkan bibirnya
“Ih kamu lucu banget sii.. Udah matanya keliatan masih ngantuk, bibirnya manyun lagi hahaa”  ucap Bagas gemes sambil mencubit pipi cubby Adel
“Bagas apaan sih”

“Permisi pak, saya Chelsea siswi baru dari London” ucap Chelsea sambil menjabat tangan bapak kepala sekolahnya itu
“Oh kamu Chelsea ya, selamat datang nak, mari bapak antar ke ruangan kelas kamu yang baru” ucap pak kepsek ramah
“Nah ini chel kelas baru kamu, kelas XI IPA 1” ucap pak kepsek sambil menatap seluruh isi kelas yang sedang fokus belajar itu, terkecuali ibu Winda, ibu Winda langsung saja mempersilahkan Chelsea untuk memperkenalkan dirinya
“Silahkan perkenalkan diri dulu nak” ucap bu Winda ramah, Chelsea hanya mengangguk tersenyum lantas memperkenalkan dirinya
“Hai semua, perkenalkan nama saya Agatha Chelsea, panggil saya dengan sebutan Chelsea saja ya, salam kenal”
Adel yang mendengarkan nama ‘Agatha Chelsea’ langsung menegakan kepalanya dan langsung saja mencari sumber suara, dan..
“Chelsea?!!” teriak Adel kaget, lantas semuanya pun menatap Adel tak terkecuali Bagas dan Chelsea”
“Kalian berdua sudah kenal ya? yasudah chel, sekarang kamu duduk disamping Adel ya”
“Iya bu, makasih” Chelseapun segera menghampiri Adel dan langsung memeluk Adel. Bagas yang melihat kedekatan mereka masih saja melongo -dan rasanya itu-

“Gas, ngapain lo ngeliatin mereka segitunya, cie ada salah satu diantara mereka yang lo taksir nih yee” goda Difa, teman sebangku Bagas
“Apaan sih lo, emang iya, gue suka Adel”
“What?” kaget Difa dengan suara yang tidak pelan sehingga semua memalingkan wajahnya kearah Difa
“Ada apa Difa?” Tanya bu Winda
“Ehh.. ehh.. gakpapa kok bu, keceplosan hehe” ujar Difa sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal
“Elo sih gas-_-“ ucap Difa pelan
“Apa salah gue? kan lo yang nanya, emang kenapa sama Adel? salah gue suka sama dia?”
“Bella? Bella kan sepupunya Adel, dan lo tau kan Bella masih suka sama lo, gimana kalo Bella ..” belum sempat Difa menyelesaikan omongannya, Bagas langsung nyerocos saja
“Gue tau, Bella emang sepupu Adel, dan kalo Bella ngelakuin sesuatu sama Adel, gue bakalan ngelindungi dia” ujar Bagas dengan tegas dan meyakinkan
Chelsea yang duduk disebelah Bagas, mendengar ucapan Bagas tadi dengan sangat jelas dan sedikit melirik kearah Bagas, entah kenapa kebahagiaan yang ia rasakan pagi ini mendadak menghilang sedikit demi sedikit -entahlah-
Bel istirahatpun berbunyi, Adel mengajak Chelsea istirahat bareng bersama Bella, Marsha dan juga Angel, saat Chelsea mulai melangkah, tiba-tiba
Brukk..
“Ehh.. ehh sorry sorry, gue gak sengaja, maafin gue ya” Chelsea menunduk dalam, dan terlihat gugup saat meminta maaf pada Bagas, Adel yang melihat langsung kearah Chelsea pun langsung bengong melihat sikap Chelsea yang berubah, dan gugup saat mengahadapi laki-laki, bukannya Chelsea sahabatnya dulu itu bersahabat dan pemberani menghadapi siapapun apabila dia tidak bersalah -lalu mengapa sekarang?-
“Iyaa gakpapa kok, kepalanya ditegakin aja ya” ucap Bagas sambil menegakan kepala Chelsea dengan kedua tangan yang menyentuh kedua sisi kepala Chelsea, dan saat itu juga jantung Chelsea meloncat-loncat -senang- disisi lain Adel sangat tertusuk melihat perlakuan Bagas pada Chelsea, seperti dijatuhkan pada kebun kaktus dengan duri yang menancap tubuhnya -sakit-


Gimana ya kelanjutannya? ayo ajakin temen-temennya buat gabung, biar aku next nih
Maaf kalo gak ada rame-ramenya, CGF Cinta Damai !
# Adm. Helda