Kamis, 24 April 2014

Diantara Kita Dia dan Mereka Part 3 ( Versi ChelGas )



Masih butuh Part 3? Nih deh nih..
Selamat membaca !!
CGF Cinta Damai

Part 3

“Oh yaudah kalo gitu, gue ke kantin duluan ya chel” pamit Bagas
Tidak lama sejak kepergian Bagas dari kelasnya, Chelsea mendapatkan sebuah pesan dihandphonenya, dan ternyata dari Bella
“Chel sorry baru ngabarin, gue hari ini gak sekolah, soalnya nganter Adel ke rumah sakit buat periksa, dia demam chel, sorry ya baru ngabarin” begitulah pesan Bella pada Chelsea
“Sakit? bukannya kemarin dia baru aja dari rumah gue? kalo Bagas tau pasti dia panik banget, hmm tapi gimanapun juga dia harus tau kalo Adel sakit” ujarnya dalam hati
“Saat sekumpulan anak manusia tengil masuk kedalam kelas, Chelsea langsung saja memberitakan kabar Adel sekarang. Ya, dugaan Chelsea benar, orang yang pertama kali ia liat memasang ekspresi khawatir adalah Bagas, dan memang Bagaslah yang paling khawatir diantara yang lainnya
“Kalo gitu nanti pulang sekolah kita jenguk dia, setuju?” usul Bagas
“Iya” semua menjawab serempak
Chelsea cemburu, namun ia tak pantas untuk itu, sangat-sangat tidak pantas, dan Chelsea sadar itu

Setelah jam pelajaran usai, mereka langsung bergegas kerumah Bella, yakni rumah yang Adel tempati saat ini, sesungguhnya Bagas malas menginjak lagi rumah ini, namun demi Adel ia rela melawan rasa malasnya itu
“Del lo gimana keadaannya? kita khawatir tau del” ujar Chelsea
“Gue gakpapa kok, kalian sekarang liat gue kan? I’m very fine. Tadi pagi gue demam, tapi langsung turun kok pas udah minum obat” jelas Adel
“Lo gak kasian del? temen lo yang satu ini nyampe gak makan pas istirahat tadi gara-gara nunggu kabar dari Bella langsung, eh ternyata dia juga gak sekolah”
“Hahaha sorry ya chel, gue panik tadi pagi makanya handphone gue ketinggalan dirumah dan gue baru nyadar pas gue udah dirumah sakit” ucap Bella
“Iya gakpapa kok bel, dia aja nih yang lebay” sambil melirik kearah Bagas, dan semuapun tertawa lepas
Adel menatap Bagas haru, ia sangat senang melihat Bagas ada disini untuk menjenguknya, bahkan sangat senang. Adel tak sedikitpun melepaskan tatapannya dari Bagas, dan tidak ada yang tau apa yang sedang Adel lakukan itu, dan Adel tau sahabatnya ini sedang asik dengan tawa dan candanya, namun ia lupa memperhatikan Chelsea, tanpa Adel sadari Chelsea menatap Adel dan Bagas bergantian dengan tatapan miris -sungguh miris- Chelsea melihat ada cinta dari tatapan Adel, dan Chelseapun kembali mengingat percakapannya dengan Adel kemarin

“Lo udah punya pacar? siapa chel first love lo? orang bule ya?” goda Adel
Jlebb.. Deguban jantung Chelsea semakin meloncat-loncat -entahlah-
“Kenapa diem? jawab dong, yaudah gue gak mau lanjutin”
“Cielahhh ngambek nih anak orang hahaha” ledek Chelsea “Iya deh iya gue jawab. Gue suka sama cowok tapi hanya mengagumi layaknya fans ke idolanya,  dan sekarang gue ngerasain yang beda sama cowok lain, mungkin ini first love gue, bukan cowok yang sangat gue kenal, dan bukan juga cowok bule, gue rasa gue love at the first sight, tapii.. Gue gak mungkin dapetin dia” ujar Chelsea penuh makna
Sepertinya Adel sedang mencerna semua kata-kata Chelsea, Adel memanglah mempunyai kelebihan, dia sangat peka terhadap sahabat-sahabatnya itu, memang inilah Adel, berbeda diantara yang lain. Kini, Chelsea dan Adel sibuk dengan pikirannya masing-masing, merasa tersadar dengan semuanya ini Chelsea langsung saja membuka kembali percakapan
“Kalo lo sendiri gimana sama first love lo? dan sama cowok yang sekarang menempati hati lo?”
“Emm.. kayaknya kita senasib ya chel hehe”

“Apa maksud lo, kita senasib itu, senasib karena sama-sama suka sama orang yang salah?” Tanya Chelsea dalam hati
Bagas sebenarnya tak larut dalam tawanya saat ini, sesekali ia melihat kearah Adel dan juga Chelsea, dan Bagaspun mulai menyadari perubahan sikap mereka berdua, apalagi saat itu mereka sama-sama sedang menatap Bagas lekat -entah sadar atau tidak-
“Udahan ah ketawanya, ada yang gak ikutan” ucap Bagas, sontak mebuat semua menghentikan tawanya, dan sukses membuat Adel dan Chelsea terpelonjok kaget
“Maksud lo?” Tanya Difa
“Engga jadi, yaudah kalo mau ketawa lanjutin aja” ucap Bagas ngasal
“Apaan sih lo? lo nyuruh berhenti dan nyuruh lanjut seenak jidat lo aja! emang kita metromini?” protes Marsha
“Woooo!! Timpukin Bagas!” perintah Angel sontak membuat teman-temannya itu melempar bantal dan guling pada Bagas, semuanyapun kembali tertawa terkecuali Adel. Jelas ia tak tertawa, kamarnya saat ini berubah menjadi kapal pecah ulah sahabat-sahabatnya ini
“STOPPP!!!” teriak Adel meleraikan perang bantal itu
“Kalian mau jenguk gue dan nemenin gue biar gak bosen apa mau ngerenovasi kamar gue jadi kapal pecah ha?” kesal Adel
“Hahahaaa… cupcupcuppp nanti gue bantuin beresin ya?” tawar Chelsea
“Janji ya lo?”
“Iyeee bawel”
Bagas yang melihat kerelaan Chelsea demi sahabatnya itupun langsung ikut-ikutan menawarkan diri untuk membantu Adel dan Chelsea membereskan kamarnya
“Gue juga ikut!” semangat Bagas
“Haaa?” kaget semuanya
“Siapa yang berantakin itu yang beresin” ujar Bagas tegas dan semuanyapun menyetujui itu

Setelah selesai membereskan kamar Adel yang berantakan, semuanyapun bergegas pulang. Angel sudah pasti diantar oleh Difa naik mobil dan kebetulan Marsha searah dengan rumah Angel, maka dari itu dengan sangat terpaksa Difa membawa Marsha juga kedalam mobilnya, karena takut akan kena omelan dari Angel. Sementara itu Chelsea memutuskan untuk pulang sendiri dengan menaiki taksi, namun naas taksi yang ia tunggu sejak tadi berlum saja muncul. Tiba-tiba
“Chel, lo beneran gak mau pulang bareng gue?” Tanya Bagas pada Chelsea yang saat itu tengah menaiki motor ninja merahnya
“Engga gas, gue masih mau nunggu taksi aja, kasian kan lo repot nganterin gue” ujar Chelsea bohong, sebenarnya ia sudah tak ingin menunggu lagi namun ia sadar, Bagas dan Adel saling mencintai tak mungkin ia pulang bersama Bagas, apalagi didepan Adel, ya meskipun Adel sudah masuk kerumah terlebih dahulu, ia merasa tidak enak hati
“Kalo gitu gue tunggu ya nyampe ada taksinya” ucap Bagas tulus, Chelsea hanya menganggukan kepalanya saja
hampir satu jam mereka menunggu taksi namun tak kunjung datang, akhirnya Bagas memutuskan untuk mengajak Chelsea lagi
“Chel udahlah mending lo bareng gue aja, gue gak ngerasa direpotin kok”
“Kalo lo mau duluan, duluan aja” jawab Chelsea, huhh sungguh keras kepala
“Yakin mau gue tinggal, rumah lo gak jauh dari sini ya nyampe lo tolak tawaran gue” Chelsea hanya menggelengkan kepala
“Yaudah sekarang lo naik, kalo gak gue tinggal nih” Refleks, Chelseapun langsung menaiki motor Bagas, dan mereka akhirnyapun menghilang dari tatapan seseorang, ya memang benar ia adalah Adel~
Belum sampai dirumah Chelsea, hujanpun tiba-tiba datang dengan derasnya, mereka mengeroyok Bagas dan Chelsea, dan akhirnya Bagaspun menemukan tempat yang terdapat sebuah pohon besar ditaman kota yang kebetulan ada kursi yang tidak ikut dikeroyok oleh air hujan, akhirnya Bagas memutuskan untuk berlindung disitu.

Chelsea yang alergi kedinginanpun langsung bersin-bersin dibuatnya, tubuhnya menggigil namun berkeringat, matanya juga merah berair, menyadari hal itu Bagaspun langsung meliriknya dan berkata
“Kenapa chel? dingin ya? lo bawa jaket gak?” Tanya Bagas khawatir
“Kalo gue bawa.. uu..daah guee pake daa..rr.ii taddii gaas” ujar Chelsea menggigil
“Gue alergi dingin” lanjutnya
Bagaspun kewalahan dengan apa yang harus ia lakukan, namun tanpa berpikir panjang, ia langsung menjatuhkan Chelsea dalam pelukannya. Chelseapun mendekap dalam pelukan Bagas yang semakin erat, ia masih tidak menyangka pada apa yang dilakukan Bagas tersebut
“Maaf chel, maafin gue udah bikin lo kayak gini” ucap Bagas yang semakin mempererat pelukannya dan mengecup puncak kepala Chelsea dan melakukannya agak lama

Keesokan harinya
“Eh del udah sehat?” Tanya Bagas basa-basi, namun bukannya senang justru kali ini Bagas merasa biasa saja, malah ia lebih gusar dari kemarin, entah apa yang ia khawatirkan saat ini
“Bukannya dari kemarin jug ague emang udah sehat? pake nanya lagi lo” celoteh Adel
“Lah sekarang Chelsea mana?” Tanya Angel
“Iyaa, si Chelsea mana? udah hampir telat nih” ujar Difa
“Begok! kemarinkan dia hujan-hujanan sama lo, kenapa lo lupa nanya kabar dia” gerutu Bagas dalam hati sambil menepu-nepuk jidatnya
“Kenapa lo gas?” Tanya Marsha
“Ehh.. eh.. Gue lupa, kemarin Chelsea kehujanan sama gue dijalan” jelas Bagas
“Begok! kenapa lo biarin Chelsea kehujanan? dia alergi kedinginan tau gak gas?!” kali ini Adel sudah tidak mepedulikan lagi perasaannya terhadap Bagas ia benar-benar marah terhadap Bagas, tak ada satu orangpun yang boleh membiarkan Chelsea kedinginan apalagi kehujanan itulah janji Adel
“Sorry gue juga baru tau waktu dia ngomong gitu ke gue” ucap Bagas penuh dosa
“Sorry sorry!! Sorrynya bukan ke gue! sorrynya ke Chelsea gas!”
“Chelsea alergi kedinginan? kalo gitu dia gak boleh sendirian dong, biar ada yang ngasih kehangatan sama dia” ucap Angel polos
“Harusnya gitu ngel, tapi percuma walaupun ada yang nemenin dia, dia kan tetep aja sakit” emosi Adel
Bagas benar-benar tidak habis pikir terhadap sikap Adel padanya, Adel benar-benar marah pada Bagas, dan itulah kesalahan terbesar Bagas,namun bukan karena hal itu saja, namun karena sosok Chelsea yang begitu baik dan disayangi oleh Adel hari ini terjatuh sakit akibat Bagas. Kalau saja ia tidak memaksa Chelsea untuk pulang naik motor, dan menunggu sedikit waktu lagi agar Chelsea bisa naik taksi, mungkin tidak seperti ini jadinya. Bagaspun langsung saja meraih handphone yang ada disaku celananya, ia tidak peduli walaupun jam pelajaran dimulai, yang jelas ia harus segera meminta maaf pada Chelsea saat itu juga.

From Bagas:
Chel, maaf soal kemarin. Gue bener-
bener nyesel Chel, kalo aja waktu itu
gue bisa ngasih sedikit kehangatan
mungkin lo gak akan kayak gini jadinya

Chelsea hanya tersenyum melihat kalimat terakhir Bagas itu, sekhawatir itukah ia pada Chelsea? padahal kemarin kan Bagas ngasih kehangatan yang begitu berguna bagi Chelsea, lalu?

From Chelsea:
Sekhawatir itukah gas? but thank you
very much gas, bukan salah lo kok :)
Maaf ya udah bikin lo khawatir wkwk

From Bagas:
You’re welcome chel :)
Gimana keadaan lo sekarang?

From Chelsea:
Gue baik-baik aja gas, Cuma
perlu istirahat aja :)
Ohya udahan ah, lo belajar sana!

From Bagas:
Iyaa princess bawel:p
Get well soon ya {}

From Chelsea:
Jangan meluk gue mulu!

“Hahaha ada-ada aja” ujar Bagas keceplosan
“Bagas!” sentak pak Naga
“Ehh.. ehh iya pak?” kaget Bagas
“Sedang apa kamu ha?”
“Gak kok pak ini.. ehh ini pak..” jawab Bagas gelagapan
“Ini apa hah?”
“Engga kok pak, maaf”
“Sekali lagi kamu tertawa, kamu lebih baik keluar, jangan kamu pikir bapak takut sama kamu karena ini sekolah papa kamu ya” tegas pak Naga
“Iyaa pak, maaf”
Sepulang sekolah, Bagas memutuskan untuk datang menjenguk Chelsea dirumahnya, namun tanpa sahabat-sahabatnya. Mereka memang sengaja membiarkan Bagas pergi kerumah Chelsea sendirian, agar Bagas dapat meminta maaf dan menebus kesalahannya sendirian saja.

“Permisi, chel” ujar bagas seraya mengetuk pintu kamar Chelsea, dan secara tidak sengaja pintu kamar Chelsea terbuka perlahan karena tidak dikunci, dan alhasil Bagas bisa melihat Chelsea yang sedang tertidur dari balik pintu kamar Chelsea, entah ada dorongan dari mana, Bagas terus melangkahkan kakinya semakin masuk kedalam kamar Chelsea, dan semakin jelas pula ia dapat melihat Chelsea yang sedang tertidur -cantik-
“Chel..” lirih Bagas penuh dosa sambil mengusap-ngusap puncak kepala Chelsea
“Maafin gue ya, maafin gue yang udah lancing bikin lo kayak gini” ucap Bagas lemah, Chelsea yang dapat sangat jelas mendengarkan suara Bagaspun tiba-tiba terbangun, dengan tatapan yang masih buram Chelsea mencoba terus memperhatikan seluk beluk wajah Bagas
“Udah bangun? maaf lagi karena gue udah ganggu istirahat lo”
“Hmm.. gakpapa kok gas, lagian dari tadi gue tidur mulu”
“Udah baikan keadaannya?”
“Hmm” Chelsea menangguk
“Udah makan obat?” Tanya Bagas lagi, kali ini Chelsea menggelengkan kepalanya
“Loh kenapa? yaudah sekarang lo harus makan obat ya, biar besok bisa sekolah” ujar Bagas khawatir dan penuh perhatian
“Gas..”
“Hmm?”
“Lo kok care banget sih sama gue? nanti diluar sana ada yang jealous lagi” goda Chelsea
“Hah? apaan sih lo chel:p gue kan harus tanggung jawab karena gue udah bikin lo kayak gini, lagian siapa sih yang jealous?” Tanya Bagas tersipu malu
“Hahaha orang yang lo suka misalnya” ucap Chelsea penuh makna “Gue kira lo emang tulus jengukin gue, ternyata lo Cuma..” lanjutnya dalam hati

Gimana nyampe sini? masih gak seru ya? oke deh adm coba bikin yang lebih wow, tapi terus pantengin ya!!
Maaf yo salah-salahnya.. See you dears byebyee
# Adm. Helda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar