Masih butuh Part 3? Nih deh nih..
Selamat membaca !!
CGF Cinta Damai
Part 3
“Oh yaudah kalo gitu, gue ke
kantin duluan ya chel” pamit Bagas
Tidak lama sejak kepergian
Bagas dari kelasnya, Chelsea mendapatkan sebuah pesan dihandphonenya, dan
ternyata dari Bella
“Chel sorry baru ngabarin,
gue hari ini gak sekolah, soalnya nganter Adel ke rumah sakit buat periksa, dia
demam chel, sorry ya baru ngabarin” begitulah pesan Bella pada Chelsea
“Sakit? bukannya kemarin dia
baru aja dari rumah gue? kalo Bagas tau pasti dia panik banget, hmm tapi
gimanapun juga dia harus tau kalo Adel sakit” ujarnya dalam hati
“Saat sekumpulan anak manusia
tengil masuk kedalam kelas, Chelsea langsung saja memberitakan kabar Adel
sekarang. Ya, dugaan Chelsea benar, orang yang pertama kali ia liat memasang
ekspresi khawatir adalah Bagas, dan memang Bagaslah yang paling khawatir
diantara yang lainnya
“Kalo gitu nanti pulang
sekolah kita jenguk dia, setuju?” usul Bagas
“Iya” semua menjawab serempak
Chelsea cemburu, namun ia tak
pantas untuk itu, sangat-sangat tidak pantas, dan Chelsea sadar itu
Setelah jam pelajaran usai,
mereka langsung bergegas kerumah Bella, yakni rumah yang Adel tempati saat ini,
sesungguhnya Bagas malas menginjak lagi rumah ini, namun demi Adel ia rela
melawan rasa malasnya itu
“Del lo gimana keadaannya?
kita khawatir tau del” ujar Chelsea
“Gue gakpapa kok, kalian
sekarang liat gue kan? I’m very fine. Tadi pagi gue demam, tapi langsung turun
kok pas udah minum obat” jelas Adel
“Lo gak kasian del? temen lo
yang satu ini nyampe gak makan pas istirahat tadi gara-gara nunggu kabar dari
Bella langsung, eh ternyata dia juga gak sekolah”
“Hahaha sorry ya chel, gue
panik tadi pagi makanya handphone gue ketinggalan dirumah dan gue baru nyadar
pas gue udah dirumah sakit” ucap Bella
“Iya gakpapa kok bel, dia aja
nih yang lebay” sambil melirik kearah Bagas, dan semuapun tertawa lepas
Adel menatap Bagas haru, ia
sangat senang melihat Bagas ada disini untuk menjenguknya, bahkan sangat
senang. Adel tak sedikitpun melepaskan tatapannya dari Bagas, dan tidak ada yang
tau apa yang sedang Adel lakukan itu, dan Adel tau sahabatnya ini sedang asik
dengan tawa dan candanya, namun ia lupa memperhatikan Chelsea, tanpa Adel
sadari Chelsea menatap Adel dan Bagas bergantian dengan tatapan miris -sungguh
miris- Chelsea melihat ada cinta dari tatapan Adel, dan Chelseapun kembali
mengingat percakapannya dengan Adel kemarin
“Lo udah punya pacar? siapa chel first love lo? orang
bule ya?” goda Adel
Jlebb.. Deguban jantung Chelsea semakin
meloncat-loncat -entahlah-
“Kenapa diem? jawab dong, yaudah gue gak mau lanjutin”
“Cielahhh ngambek nih anak orang hahaha” ledek Chelsea
“Iya deh iya gue jawab. Gue suka sama cowok tapi hanya mengagumi layaknya fans
ke idolanya, dan sekarang gue ngerasain
yang beda sama cowok lain, mungkin ini first love gue, bukan cowok yang sangat
gue kenal, dan bukan juga cowok bule, gue rasa gue love at the first sight,
tapii.. Gue gak mungkin dapetin dia” ujar Chelsea penuh makna
Sepertinya Adel sedang mencerna semua kata-kata
Chelsea, Adel memanglah mempunyai kelebihan, dia sangat peka terhadap
sahabat-sahabatnya itu, memang inilah Adel, berbeda diantara yang lain. Kini,
Chelsea dan Adel sibuk dengan pikirannya masing-masing, merasa tersadar dengan
semuanya ini Chelsea langsung saja membuka kembali percakapan
“Kalo lo sendiri gimana sama first love lo? dan sama
cowok yang sekarang menempati hati lo?”
“Emm.. kayaknya kita senasib ya chel hehe”
“Apa maksud lo, kita senasib
itu, senasib karena sama-sama suka sama orang yang salah?” Tanya Chelsea dalam
hati
Bagas sebenarnya tak larut
dalam tawanya saat ini, sesekali ia melihat kearah Adel dan juga Chelsea, dan
Bagaspun mulai menyadari perubahan sikap mereka berdua, apalagi saat itu mereka
sama-sama sedang menatap Bagas lekat -entah sadar atau tidak-
“Udahan ah ketawanya, ada
yang gak ikutan” ucap Bagas, sontak mebuat semua menghentikan tawanya, dan
sukses membuat Adel dan Chelsea terpelonjok kaget
“Maksud lo?” Tanya Difa
“Engga jadi, yaudah kalo mau
ketawa lanjutin aja” ucap Bagas ngasal
“Apaan sih lo? lo nyuruh berhenti
dan nyuruh lanjut seenak jidat lo aja! emang kita metromini?” protes Marsha
“Woooo!! Timpukin Bagas!”
perintah Angel sontak membuat teman-temannya itu melempar bantal dan guling
pada Bagas, semuanyapun kembali tertawa terkecuali Adel. Jelas ia tak tertawa,
kamarnya saat ini berubah menjadi kapal pecah ulah sahabat-sahabatnya ini
“STOPPP!!!” teriak Adel
meleraikan perang bantal itu
“Kalian mau jenguk gue dan
nemenin gue biar gak bosen apa mau ngerenovasi kamar gue jadi kapal pecah ha?”
kesal Adel
“Hahahaaa… cupcupcuppp nanti
gue bantuin beresin ya?” tawar Chelsea
“Janji ya lo?”
“Iyeee bawel”
Bagas yang melihat kerelaan
Chelsea demi sahabatnya itupun langsung ikut-ikutan menawarkan diri untuk
membantu Adel dan Chelsea membereskan kamarnya
“Gue juga ikut!” semangat
Bagas
“Haaa?” kaget semuanya
“Siapa yang berantakin itu
yang beresin” ujar Bagas tegas dan semuanyapun menyetujui itu
Setelah selesai membereskan
kamar Adel yang berantakan, semuanyapun bergegas pulang. Angel sudah pasti
diantar oleh Difa naik mobil dan kebetulan Marsha searah dengan rumah Angel,
maka dari itu dengan sangat terpaksa Difa membawa Marsha juga kedalam mobilnya,
karena takut akan kena omelan dari Angel. Sementara itu Chelsea memutuskan
untuk pulang sendiri dengan menaiki taksi, namun naas taksi yang ia tunggu
sejak tadi berlum saja muncul. Tiba-tiba
“Chel, lo beneran gak mau
pulang bareng gue?” Tanya Bagas pada Chelsea yang saat itu tengah menaiki motor
ninja merahnya
“Engga gas, gue masih mau
nunggu taksi aja, kasian kan lo repot nganterin gue” ujar Chelsea bohong,
sebenarnya ia sudah tak ingin menunggu lagi namun ia sadar, Bagas dan Adel
saling mencintai tak mungkin ia pulang bersama Bagas, apalagi didepan Adel, ya
meskipun Adel sudah masuk kerumah terlebih dahulu, ia merasa tidak enak hati
“Kalo gitu gue tunggu ya
nyampe ada taksinya” ucap Bagas tulus, Chelsea hanya menganggukan kepalanya
saja
hampir satu jam mereka
menunggu taksi namun tak kunjung datang, akhirnya Bagas memutuskan untuk
mengajak Chelsea lagi
“Chel udahlah mending lo
bareng gue aja, gue gak ngerasa direpotin kok”
“Kalo lo mau duluan, duluan
aja” jawab Chelsea, huhh sungguh keras kepala
“Yakin mau gue tinggal, rumah
lo gak jauh dari sini ya nyampe lo tolak tawaran gue” Chelsea hanya
menggelengkan kepala
“Yaudah sekarang lo naik,
kalo gak gue tinggal nih” Refleks, Chelseapun langsung menaiki motor Bagas, dan
mereka akhirnyapun menghilang dari tatapan seseorang, ya memang benar ia adalah
Adel~
Belum sampai dirumah Chelsea,
hujanpun tiba-tiba datang dengan derasnya, mereka mengeroyok Bagas dan Chelsea,
dan akhirnya Bagaspun menemukan tempat yang terdapat sebuah pohon besar ditaman
kota yang kebetulan ada kursi yang tidak ikut dikeroyok oleh air hujan,
akhirnya Bagas memutuskan untuk berlindung disitu.
Chelsea yang alergi
kedinginanpun langsung bersin-bersin dibuatnya, tubuhnya menggigil namun
berkeringat, matanya juga merah berair, menyadari hal itu Bagaspun langsung
meliriknya dan berkata
“Kenapa chel? dingin ya? lo
bawa jaket gak?” Tanya Bagas khawatir
“Kalo gue bawa.. uu..daah
guee pake daa..rr.ii taddii gaas” ujar Chelsea menggigil
“Gue alergi dingin” lanjutnya
Bagaspun kewalahan dengan apa
yang harus ia lakukan, namun tanpa berpikir panjang, ia langsung menjatuhkan
Chelsea dalam pelukannya. Chelseapun mendekap dalam pelukan Bagas yang semakin
erat, ia masih tidak menyangka pada apa yang dilakukan Bagas tersebut
“Maaf chel, maafin gue udah
bikin lo kayak gini” ucap Bagas yang semakin mempererat pelukannya dan mengecup
puncak kepala Chelsea dan melakukannya agak lama
Keesokan harinya
“Eh del udah sehat?” Tanya
Bagas basa-basi, namun bukannya senang justru kali ini Bagas merasa biasa saja,
malah ia lebih gusar dari kemarin, entah apa yang ia khawatirkan saat ini
“Bukannya dari kemarin jug
ague emang udah sehat? pake nanya lagi lo” celoteh Adel
“Lah sekarang Chelsea mana?”
Tanya Angel
“Iyaa, si Chelsea mana? udah
hampir telat nih” ujar Difa
“Begok! kemarinkan dia
hujan-hujanan sama lo, kenapa lo lupa nanya kabar dia” gerutu Bagas dalam hati
sambil menepu-nepuk jidatnya
“Kenapa lo gas?” Tanya Marsha
“Ehh.. eh.. Gue lupa, kemarin
Chelsea kehujanan sama gue dijalan” jelas Bagas
“Begok! kenapa lo biarin
Chelsea kehujanan? dia alergi kedinginan tau gak gas?!” kali ini Adel sudah
tidak mepedulikan lagi perasaannya terhadap Bagas ia benar-benar marah terhadap
Bagas, tak ada satu orangpun yang boleh membiarkan Chelsea kedinginan apalagi
kehujanan itulah janji Adel
“Sorry gue juga baru tau
waktu dia ngomong gitu ke gue” ucap Bagas penuh dosa
“Sorry sorry!! Sorrynya bukan
ke gue! sorrynya ke Chelsea gas!”
“Chelsea alergi kedinginan?
kalo gitu dia gak boleh sendirian dong, biar ada yang ngasih kehangatan sama
dia” ucap Angel polos
“Harusnya gitu ngel, tapi
percuma walaupun ada yang nemenin dia, dia kan tetep aja sakit” emosi Adel
Bagas benar-benar tidak habis
pikir terhadap sikap Adel padanya, Adel benar-benar marah pada Bagas, dan
itulah kesalahan terbesar Bagas,namun bukan karena hal itu saja, namun karena
sosok Chelsea yang begitu baik dan disayangi oleh Adel hari ini terjatuh sakit
akibat Bagas. Kalau saja ia tidak memaksa Chelsea untuk pulang naik motor, dan
menunggu sedikit waktu lagi agar Chelsea bisa naik taksi, mungkin tidak seperti
ini jadinya. Bagaspun langsung saja meraih handphone yang ada disaku celananya,
ia tidak peduli walaupun jam pelajaran dimulai, yang jelas ia harus segera
meminta maaf pada Chelsea saat itu juga.
From Bagas:
Chel, maaf soal kemarin. Gue bener-
bener nyesel Chel, kalo aja waktu itu
gue bisa ngasih sedikit kehangatan
mungkin lo gak akan kayak gini jadinya
Chelsea hanya tersenyum
melihat kalimat terakhir Bagas itu, sekhawatir itukah ia pada Chelsea? padahal
kemarin kan Bagas ngasih kehangatan yang begitu berguna bagi Chelsea, lalu?
From Chelsea:
Sekhawatir itukah gas? but thank you
very much gas, bukan salah lo kok :)
Maaf ya udah bikin lo khawatir wkwk
From Bagas:
You’re welcome chel :)
Gimana keadaan lo sekarang?
From Chelsea:
Gue baik-baik aja gas, Cuma
perlu istirahat aja :)
Ohya udahan ah, lo belajar sana!
From Bagas:
Iyaa princess bawel:p
Get well soon ya {}
From Chelsea:
Jangan meluk gue mulu!
“Hahaha ada-ada aja” ujar
Bagas keceplosan
“Bagas!” sentak pak Naga
“Ehh.. ehh iya pak?” kaget
Bagas
“Sedang apa kamu ha?”
“Gak kok pak ini.. ehh ini
pak..” jawab Bagas gelagapan
“Ini apa hah?”
“Engga kok pak, maaf”
“Sekali lagi kamu tertawa,
kamu lebih baik keluar, jangan kamu pikir bapak takut sama kamu karena ini
sekolah papa kamu ya” tegas pak Naga
“Iyaa pak, maaf”
Sepulang sekolah, Bagas
memutuskan untuk datang menjenguk Chelsea dirumahnya, namun tanpa
sahabat-sahabatnya. Mereka memang sengaja membiarkan Bagas pergi kerumah
Chelsea sendirian, agar Bagas dapat meminta maaf dan menebus kesalahannya
sendirian saja.
“Permisi, chel” ujar bagas
seraya mengetuk pintu kamar Chelsea, dan secara tidak sengaja pintu kamar
Chelsea terbuka perlahan karena tidak dikunci, dan alhasil Bagas bisa melihat
Chelsea yang sedang tertidur dari balik pintu kamar Chelsea, entah ada dorongan
dari mana, Bagas terus melangkahkan kakinya semakin masuk kedalam kamar Chelsea,
dan semakin jelas pula ia dapat melihat Chelsea yang sedang tertidur -cantik-
“Chel..” lirih Bagas penuh
dosa sambil mengusap-ngusap puncak kepala Chelsea
“Maafin gue ya, maafin gue
yang udah lancing bikin lo kayak gini” ucap Bagas lemah, Chelsea yang dapat
sangat jelas mendengarkan suara Bagaspun tiba-tiba terbangun, dengan tatapan
yang masih buram Chelsea mencoba terus memperhatikan seluk beluk wajah Bagas
“Udah bangun? maaf lagi
karena gue udah ganggu istirahat lo”
“Hmm.. gakpapa kok gas,
lagian dari tadi gue tidur mulu”
“Udah baikan keadaannya?”
“Hmm” Chelsea menangguk
“Udah makan obat?” Tanya
Bagas lagi, kali ini Chelsea menggelengkan kepalanya
“Loh kenapa? yaudah sekarang
lo harus makan obat ya, biar besok bisa sekolah” ujar Bagas khawatir dan penuh
perhatian
“Gas..”
“Hmm?”
“Lo kok care banget sih sama
gue? nanti diluar sana ada yang jealous lagi” goda Chelsea
“Hah? apaan sih lo chel:p gue
kan harus tanggung jawab karena gue udah bikin lo kayak gini, lagian siapa sih
yang jealous?” Tanya Bagas tersipu malu
“Hahaha orang yang lo suka
misalnya” ucap Chelsea penuh makna “Gue kira lo emang tulus jengukin gue,
ternyata lo Cuma..” lanjutnya dalam hati
Gimana nyampe sini? masih gak seru ya? oke deh adm coba bikin yang lebih wow, tapi terus pantengin ya!!
Maaf yo salah-salahnya.. See you dears byebyee
# Adm. Helda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar