Senin, 12 Mei 2014

Diantara Kita Dia dan Mereka Part 4 ( Versi ChelGas )



Nih kelanjutannya..
Selamat membaca

Part 4
Degg.. “Apa maksud Chelsea?” Tanya Bagas dalam hati
“Makasih ya gas udah mau jengukin gue? oh ya yang lain mana?”
“Sama-sama chel, yang lain lagi pada sibuk, tapi kalo Adel gue gak tau, dia kayaknya ogah banget dateng kesini bareng gue, soalnya dia marah sama gue gara-gara ini” ucap Bagas menyesal
“Oh jadi lo dateng kesini karena gak enak gara-gara dimarahin sama Adel gas? miris banget nasib gue” ujar Chelsea dalam hati
“Lo suka sama Adel kan gas?” Tanya Chelsea pada Bagas
“Loh kok lo tau? tau dari mana?” Tanya Bagas malu
“Jadi bener lo suka sama Adel?”
“Hehehe iya chel” Chelsea hanya tertawa miris melihat pengakuan Bagas barusan, sungguh Bagas tega, ia benar-benar tak mengerti dengan ekspresi yang ditunjukan oleh Chelsea -dasar tak berperasaan-
“Ohya chel, Adel itu orangnya kayak gimana sih? terus suka sama apa aja? terus bencinya juga sama apa aja?” Tanya Bagas lagi dengan tak memperhatikan air muka Chelsea yang sudah berubah, namun Chelsea hanya diam tak menjawab, rasa pusingnya kembali lagi begitu pula dengan demamnya, Chelsea benar-benar kesakitan luar dan dalam
“Kenapa chel?” Tanya Bagas panik yang saat itu mulai menyadari bahwa Chelsea sedang memegang-megangi kepalanya
“Pusing gass..” Chelseapun tergeletak lemas diatas tempat tidurnya, Bagas lupa kalo siang ini Chelsea belum makan siang dan makan obatnya, bodoh Bagas sungguh bodoh
“Chel, bentar ya aku mau panggilin mama kamu”
“Mama kan pergi gas?”
“Oh jadi dari tadi kamu cuma sama bibi aja disini?” Chelsea hanya mengangguk
“Yaudah kalo gitu gue kebawah dulu ya panggilin bi sri” pamit Bagas
Tak lama kemudian Bagas membawa sepiring nasi segelas air putih dan sebungkus obat untuk Chelsea
“Gue suapin ya chel” tawar Bagas
“Gakpapa kok gas gue sendiri aja”
“Sekaliiii aja” pinta Bagas “Aaaaa” Bagas membuka mulutnya lebar-lebar dan diikuti oleh Chelsea, akhirnya Bagas menyuapi Chelsea makan sampai habis

“Chel, pertanyaan gue yang tadi dijawab ya, jawabnya setelah lo sembuh” ucap Bagas tak berperasaan
Degg.. Jantung Chelsea kembali diremas-remas oleh tangan raksasa yang dikirimkan Adel untuknya
Paginya..
“Ma Chelsea sekolahnya besok aja ya” ujar Chelsea memelas
“Loh kenapa sayang, bukannya kamu lagi seneng-senengnya buat sekolah ya? lagian kan demam kamu juga udah turun, apa kamu pusing?” Tanya mama khawatir
“Engga kok ma, Chelsea udah baikan cuma Chelsea gak enak badan ma” ucap Chelsea bohong, ia sebenarnya masih belum sanggup untuk bertemu Bagas apalagi jika harus ditagih janji oleh Bagas
“Yaudah kalo gitu kamu istirahat aja, nanti biar papa yang minta izin lagi ke sekolah” ujar papa

At SMA Langit Biru
“Gas..” tegur Adel
“Ada apaan del” jawab Bagas lempeng
“Lo marah sama gue gara-gara kemarin gue bentak-bentak lo ya?”
“Engga kok, lagian emang gue yang salah waktu itu”
“Sorry ya gas”
“Iya lo tenang aja, kemarin gue udah jengukin Chelsea kerumahnya kok, dan dia udah baikan, tapi gue gak tau hari ini dia sekolah apa engga” tiba-tiba
Grrtt.. handphone Adel berbunyi menandakan ada pesan masuk

======================

from Chelsea
Sorry ya del gue gak masuk
lagi hari ini, badan gue gak enak
banget del, tapi besok gue sekolah
deh, janji!! see you{}

=======================

“Bodoh!! masa hari ini gue mau pamit ke Chelsea, dianya malah sakit. Gimana kalo dia kecewa dan tambah sakit? semua gara-gara Bagas! kalo aja gue gak suka sama lo, udah gue bunuh hari ini juga lo” rutuk Adel dalam hati
“Kenapa del?”
“Chelsea gak bakal sekolah, dia masih sakit”
“Loh kok?” Bagaspun mulai tak mengerti pada Chelsea, kemarin setelah Bagas menyuapi Chelsea dan melihat Chelsea makan obatnya, Chelsea sudah tidak apa-apa, lalu kenapa Chelsea balik lagi sakit?
“Kenapa lo? bingung?” Bagas hanya melongo mendengar nada sinis yang Adel lontarkan, bukannya dia tadi minta maaf pada Bagas
“Nanti siang gue berangkat ke Aussie, nyokap gue sakit disana. Dan kalo Chelsea sekarang gak sekolah itu tandanya gue gak bisa pamitan langsung ke dia!”
“Ke Aussie del? berapa lama?”
“Setidaknya nyampe nyokap gue baikan” Adelpun berlalu begitu saja tanpa melihat reaksi Bagas yang sedang tertimpa galau maksimal

Keesokan harinya
“Hai chel!! udah sembuh? sorry ya kita gak sempet ngejengukin lo kemarin” tegur Angel
“Iya chel, sorry ya, gue juga mewakili Adel hehe” ujar Marsha
“Maksud lo sha?” Tanya Chelsea kebingungan dengan beberapa kata yang Marsha ucapkan
“Adel kemarin siang berangkat ke Aussie, mamanya sakit chel” ujar Angel
“Kok gak pamit sama gue sih?” Tanya Chelsea kecewa
“Maaf chel, semuanya gara-gara gue” ujar Bagas yang datang secara tiba-tiba
“Kemarin Adel bilang sama gue kalo dia mau pamit sama lo, tapi lo gak sekolah karena gue bikin lo sakit, dan Adel gak enak hati kalo harus pamit sama lo dengan keadaan lo yang kemarin”
“Chel, lo diminta sama bu Winda ke ruang musik sekarang, katanya dia mau denger lo nyanyi” ujar Rafli tiba-tiba
“Loh kok gue fli?”
“Entahlah, buruan keburu masuk chel” Chelseapun berlalu menuju ruang musik

“Waw chel, jadi beneran ya kamu pinter nyanyi dan main piano” puji bu Winda setelah mendengarkan Chelsea menyanyi sambil memainkan piano
“Engga kok bu saya cuma bisa aja hehe”
“Yaudah kalo gitu kamu ibu tunggu disini setelah pulang sekolah ya chel” ucap bu Winda ramah “Ibu duluan ya” lanjutnya

Setelah pulang sekolah, Chelsea bergegas ke ruang musik namun tiba-tiba brukk.. Gitar kesayangan Bagas telah tergeletak dilantai
“Ehh maaf maaf aku gak sengaja” ucap Chelsea yang belum menyadari bahwa ia baru saja menabrak Bagas dan ia langsung saja mengambil gitar itu
“Bagas?” kaget Chelsea seraya memberikan gitar itu kepada Bagas
“LO TAU GAK ITU TUH GITAR KESAYANGAN GUE?! KENAPA LO JATUHIN HAA?”
bentak Bagas didepan wajah Chelsea, Chelsea kaget mendengar bentakan Bagas, dalam hatinya ia begitu terluka, setega inikah Bagas membentak Chelsea?
“Ma..aaff gas gue gak sengajaa maaf” lirih Chelsea sambil menahan isakan tangisnya
“Chel tega banget lo, ini gitar pemberian alm. kakek kenapa lo..” suara Bagaspun melemah, ada rasa penyesalan didalam hatinya karena telah membentak Chelsea, namun saat ini ia sungguh-sungguh marah, dan kecewa pada Chelsea
“Gas maaf, gue gak sengaja nabrak lo gas.. Gue udah ditunggu sama bu Winda diruang musik, makanya gue buru-buru”
“Kalo gitu lo pergi sekarang! ngapain masih disini?” ujar Bagas kasar
“Gas.. gas elo.. erghh”

“Kenapa chel? kamu habis nangis?” Tanya bu Winda namun Chelsea hanya menggelengkan kepalanya saja
“Yaudah kalo begitu sebentar ya, kita latihannya bertiga, tapi mana ya satu lagi?” ujar bu Winda sambil melihat kearah pintu, dan..
“Nah itu dia” ucap bu Winda, dan akhirnya Chelseapun menoleh kearah pintu
“Bagas?” ucap Chelsea pelan
“Loh kenapa gas? kok lesu?” Tanya bu Winda
“Gakpapa kok bu” ucap Bagas seraya melihat sedikit kearah Chelsea namun Chelsea langsung membuang mukanya, menutupi segala kesedihannya
“Yaudah kalo gitu bisa kita mulai?” Chelsea dan Bagas hanya mengangguk
“Lagunya yang ini ya, ibu soalnya ngerasa lagu ini itu pas banget kalo dinyanyiin kalian buat lomba nanti, biar dapet gitu feelnya” sambil menunjukan selembaran kertas berisi lirik lagu Cobalah Untuk Setia - Krisdayanti

Bagas: Apalah maumu kasih
Kau pilih diriku di dalam hidupmu
Nyatanya kulihat kini
Tak bisa kau coba untuk setia
Chelsea: Sudah cukuplah sudah
Ku memberikan waktu
Kau selalu tak bisa
Mencoba untuk setia
ChelGas: yang selalu ku inginkan
yang selalu ku nanti
kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta
Chelsea: dan harus kau sadari
bila ingin bersamaku
jangan coba kau ingkari
cobalah untuk setia
Bagas: Masih kah aku diinginkan
Chelsea: Masihkah aku di dambakan
ChelGas: Masih ada waktu untukku
Bersamamu akankah kujalani hidup
Bagas: yang selalu ku inginkan
yang selalu ku nanti
Chelsea: kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta
Bagas: dan harus kau sadari
bila ingin bersamaku
Chelsea: jangan coba kau ingkari
Chelgas: cobalah untuk setia
Chelsea sangat tersentuh menyanyikan lagu tersebut dengan iringan gitar yang dipinjamkan bu Winda untuk Bagas. Tak dapat dipungkiri lagi oleh Bagas, dalam hatinya ia sangat memuji penghayatan dan suara Chelsea yang khas itu -indah-

Keesokan harinya
“Pah mah Bagas berangkat ya” pamit Bagas pada pak Angga dan ibu Ira
“Iya sayang, hati-hati ya” ucap pak Angga dan bu Ira

At SMA Langit Biru
“Hai chel” tegur Angel dan Marsha di gerbang sekolah
“Hai ngel hai juga sha” tiba-tiba Bagas berlalu dihadapan mereka tanpa melirik ketiga gadis ini sedikitpun
“Lo masih marah sama gue gas?” Tanya Chelsea dalam hati dengan raut wajah menyesal
“Kenapa tuh anak, gak liat kita ada disini apa?” cerocos Marsha
“Ssst sha.. Emang harus ya tiap hari dia sapa-sapa kita gitu” ucap Angel
“Yah kan tumben banget dia dingin gitu” protes Marsha, Chelseapun melangkah pergi, malas mendengarkan ocehan sahabatnya itu
“Tuh anak kenapa lagi pake ninggalin kita segala” ucap Marsha sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal
“Iya, eh sha kayaknya ada yang aneh deh diantara mereka” ucap Angel menyelidik “Udahlah mending kita ke kelas yuk” lanjutnya
Kring… Bel istirahatpun berbunyi, semua keluar kelas terkecuali Chelsea, ia hanya diam sejak pelajaran pertama dimulai, Bagas tau perubahan sikap Chelsea hari ini, karena jika boleh jujur Bagas tidak benar-benar marah pada Chelsea, iapun sungguh menyesal telah membentak Chelsea kemarin, namun Bagas sungguh tidak dapat membendung emosinya saat itu
“Chelsea mana ngel” Tanya Marsha saat berada dikantin bersama Angel
“Oh iya hampir lupa” ucap angel sambil menepuk jidatnya sendiri
“Apa ketinggalan dikelas?” Tanya Marsha lagi
“Dodol! bukan ketinggalan Marshaaaa.. Emang lo kata barang apa ketinggalan”
“Chelsea kenapa sih? tadi pagi ninggalin kita tanpa pamit, nah sekarang dia malah gak ngikut sama kita. Apa dia galau gara-gara ditinggal Adel sama Bella pergi?” ucap Marsha
Tidak jauh dari tempat Angel dan Marsha berbicara ternyata Bagas sedang merutuki dirinya sendiri
“Oh iya, Chelsea gini apa karena sedih gara-gara gue bentak kemarin ya? lo begok gas! baru aja lo bikin Adel sama Bella gak ketemu dan pamitan sama Chelsea sekarang lo bikin dia sedih dan ngejauh dari Angel dan Marsha” ucap Bagas dalam hati “Gue harus minta maaf sama Chelsea gimanapun juga kan kemarin dia gak sengaja ngapain gue bentak dia kayak gitu? iya gue harus minta maaf” lanjutnya
“Oh ya ngel, kita ke kelas yuk, gue gak laper deh jadinya”
“Yaudah yoo sekalian kita samperin Chelsea”

“Gas lo marah sama gue?” Tanya Chelsea pelan sambil melirik ke sebelah bangkunya, yaa itu bangku Bagas dan Difa “Bodoh chel, ya jelas dia marah sama lo, apa lo gak liat sikap dia hari ini sama lo” rutuknya dalam hati. Chelseapun kembali larut dalam lamunannya, tiba-tiba..
“Hmm” Angel dan Marsha hampir saja mengagetkan Chelsea namun yang dikagetkan tidak merespon apa-apa
“Chel” ucap Angel
“Hm?” Chelsea masih belum mengalihkan perhatiannya dari handphone miliknya
“Chel kita mau nanya sama lo, please jujur” ucap Marsha dan Chelseapun segera menoleh ia menduga-duga bahwa pertanyaan mereka adalah..
“Sikap lo berubah hari ini chel, lo kenapa? lo kan bisa cerita sama kita” ujar Marsha. Benar saja dugaan Chelsea tidak meleset sedikitpun
“Gue gakpapa kok sha, gue cuma..” belum Chelsea menyelesaikan kalimatnya namun sudah terpotong oleh Angel
“Adel? Bella?”
“Ohya gue belum ngehubungin mereka kok gue begok sih” ujar Chelsea tak sadar dan langsung mengetikkan pesan singkat kepada Adel
“Hah?” kaget Angel dan Marsha
“Terus apa yang bikin lo kayak gini chel?” Tanya Angel dan Marsha
“Oh engga kok, iya iyaa gue.. emm gue kangen sama Adel hehe” bohong Chelsea, Angel dan Marsha hanya saling bertatapan. Ya, mereka kebingungan dengan sikap Chelsea yang aneh hari ini, bukan hanya aneh tapi benar-benar sangat aneh. Ditengah-tengah kesunyian kelas tiba-tiba seseorang datang memecahkan kesunyian itu
“Permisi, gue mau cari ketua kelas, ada?” Tanya salah satu anggota Osis yang ternyata adalah Karel
“Karel? Bagasnya lagi istirahat, emang ada apaan?” ujar Marsha
“Gue mau ngasih tau aja, 2 minggu lagi sekolah kita ngadain pensi, pilih perwakilannya ya buat tampil nanti” ujar Karel ramah “Oh ya, lo siapa? kok gue baru liat”
“Gue Chelsea” ucap Chelsea seraya menjulurkan tangannya
“Karel”
“Yaudah kalo gitu gue duluan ya” pamit Karel
“Chel..” ucap Angel sambil menyenggol-nyenggol tangan Chelsea dengan sikutnya
“Apaan sih” ucap Chelsea malu lalu duduk dibangkunya
“Ngel, kayaknya ada yang cocok buat dijadiin couple nih” goda Marsha, namun tiba-tiba..

Maaf ya kalo jelek..
NO BULLY
Tunggu Parts selanjutnyaaaa.. byeee

Kamis, 24 April 2014

Diantara Kita Dia dan Mereka Part 3 ( Versi ChelGas )



Masih butuh Part 3? Nih deh nih..
Selamat membaca !!
CGF Cinta Damai

Part 3

“Oh yaudah kalo gitu, gue ke kantin duluan ya chel” pamit Bagas
Tidak lama sejak kepergian Bagas dari kelasnya, Chelsea mendapatkan sebuah pesan dihandphonenya, dan ternyata dari Bella
“Chel sorry baru ngabarin, gue hari ini gak sekolah, soalnya nganter Adel ke rumah sakit buat periksa, dia demam chel, sorry ya baru ngabarin” begitulah pesan Bella pada Chelsea
“Sakit? bukannya kemarin dia baru aja dari rumah gue? kalo Bagas tau pasti dia panik banget, hmm tapi gimanapun juga dia harus tau kalo Adel sakit” ujarnya dalam hati
“Saat sekumpulan anak manusia tengil masuk kedalam kelas, Chelsea langsung saja memberitakan kabar Adel sekarang. Ya, dugaan Chelsea benar, orang yang pertama kali ia liat memasang ekspresi khawatir adalah Bagas, dan memang Bagaslah yang paling khawatir diantara yang lainnya
“Kalo gitu nanti pulang sekolah kita jenguk dia, setuju?” usul Bagas
“Iya” semua menjawab serempak
Chelsea cemburu, namun ia tak pantas untuk itu, sangat-sangat tidak pantas, dan Chelsea sadar itu

Setelah jam pelajaran usai, mereka langsung bergegas kerumah Bella, yakni rumah yang Adel tempati saat ini, sesungguhnya Bagas malas menginjak lagi rumah ini, namun demi Adel ia rela melawan rasa malasnya itu
“Del lo gimana keadaannya? kita khawatir tau del” ujar Chelsea
“Gue gakpapa kok, kalian sekarang liat gue kan? I’m very fine. Tadi pagi gue demam, tapi langsung turun kok pas udah minum obat” jelas Adel
“Lo gak kasian del? temen lo yang satu ini nyampe gak makan pas istirahat tadi gara-gara nunggu kabar dari Bella langsung, eh ternyata dia juga gak sekolah”
“Hahaha sorry ya chel, gue panik tadi pagi makanya handphone gue ketinggalan dirumah dan gue baru nyadar pas gue udah dirumah sakit” ucap Bella
“Iya gakpapa kok bel, dia aja nih yang lebay” sambil melirik kearah Bagas, dan semuapun tertawa lepas
Adel menatap Bagas haru, ia sangat senang melihat Bagas ada disini untuk menjenguknya, bahkan sangat senang. Adel tak sedikitpun melepaskan tatapannya dari Bagas, dan tidak ada yang tau apa yang sedang Adel lakukan itu, dan Adel tau sahabatnya ini sedang asik dengan tawa dan candanya, namun ia lupa memperhatikan Chelsea, tanpa Adel sadari Chelsea menatap Adel dan Bagas bergantian dengan tatapan miris -sungguh miris- Chelsea melihat ada cinta dari tatapan Adel, dan Chelseapun kembali mengingat percakapannya dengan Adel kemarin

“Lo udah punya pacar? siapa chel first love lo? orang bule ya?” goda Adel
Jlebb.. Deguban jantung Chelsea semakin meloncat-loncat -entahlah-
“Kenapa diem? jawab dong, yaudah gue gak mau lanjutin”
“Cielahhh ngambek nih anak orang hahaha” ledek Chelsea “Iya deh iya gue jawab. Gue suka sama cowok tapi hanya mengagumi layaknya fans ke idolanya,  dan sekarang gue ngerasain yang beda sama cowok lain, mungkin ini first love gue, bukan cowok yang sangat gue kenal, dan bukan juga cowok bule, gue rasa gue love at the first sight, tapii.. Gue gak mungkin dapetin dia” ujar Chelsea penuh makna
Sepertinya Adel sedang mencerna semua kata-kata Chelsea, Adel memanglah mempunyai kelebihan, dia sangat peka terhadap sahabat-sahabatnya itu, memang inilah Adel, berbeda diantara yang lain. Kini, Chelsea dan Adel sibuk dengan pikirannya masing-masing, merasa tersadar dengan semuanya ini Chelsea langsung saja membuka kembali percakapan
“Kalo lo sendiri gimana sama first love lo? dan sama cowok yang sekarang menempati hati lo?”
“Emm.. kayaknya kita senasib ya chel hehe”

“Apa maksud lo, kita senasib itu, senasib karena sama-sama suka sama orang yang salah?” Tanya Chelsea dalam hati
Bagas sebenarnya tak larut dalam tawanya saat ini, sesekali ia melihat kearah Adel dan juga Chelsea, dan Bagaspun mulai menyadari perubahan sikap mereka berdua, apalagi saat itu mereka sama-sama sedang menatap Bagas lekat -entah sadar atau tidak-
“Udahan ah ketawanya, ada yang gak ikutan” ucap Bagas, sontak mebuat semua menghentikan tawanya, dan sukses membuat Adel dan Chelsea terpelonjok kaget
“Maksud lo?” Tanya Difa
“Engga jadi, yaudah kalo mau ketawa lanjutin aja” ucap Bagas ngasal
“Apaan sih lo? lo nyuruh berhenti dan nyuruh lanjut seenak jidat lo aja! emang kita metromini?” protes Marsha
“Woooo!! Timpukin Bagas!” perintah Angel sontak membuat teman-temannya itu melempar bantal dan guling pada Bagas, semuanyapun kembali tertawa terkecuali Adel. Jelas ia tak tertawa, kamarnya saat ini berubah menjadi kapal pecah ulah sahabat-sahabatnya ini
“STOPPP!!!” teriak Adel meleraikan perang bantal itu
“Kalian mau jenguk gue dan nemenin gue biar gak bosen apa mau ngerenovasi kamar gue jadi kapal pecah ha?” kesal Adel
“Hahahaaa… cupcupcuppp nanti gue bantuin beresin ya?” tawar Chelsea
“Janji ya lo?”
“Iyeee bawel”
Bagas yang melihat kerelaan Chelsea demi sahabatnya itupun langsung ikut-ikutan menawarkan diri untuk membantu Adel dan Chelsea membereskan kamarnya
“Gue juga ikut!” semangat Bagas
“Haaa?” kaget semuanya
“Siapa yang berantakin itu yang beresin” ujar Bagas tegas dan semuanyapun menyetujui itu

Setelah selesai membereskan kamar Adel yang berantakan, semuanyapun bergegas pulang. Angel sudah pasti diantar oleh Difa naik mobil dan kebetulan Marsha searah dengan rumah Angel, maka dari itu dengan sangat terpaksa Difa membawa Marsha juga kedalam mobilnya, karena takut akan kena omelan dari Angel. Sementara itu Chelsea memutuskan untuk pulang sendiri dengan menaiki taksi, namun naas taksi yang ia tunggu sejak tadi berlum saja muncul. Tiba-tiba
“Chel, lo beneran gak mau pulang bareng gue?” Tanya Bagas pada Chelsea yang saat itu tengah menaiki motor ninja merahnya
“Engga gas, gue masih mau nunggu taksi aja, kasian kan lo repot nganterin gue” ujar Chelsea bohong, sebenarnya ia sudah tak ingin menunggu lagi namun ia sadar, Bagas dan Adel saling mencintai tak mungkin ia pulang bersama Bagas, apalagi didepan Adel, ya meskipun Adel sudah masuk kerumah terlebih dahulu, ia merasa tidak enak hati
“Kalo gitu gue tunggu ya nyampe ada taksinya” ucap Bagas tulus, Chelsea hanya menganggukan kepalanya saja
hampir satu jam mereka menunggu taksi namun tak kunjung datang, akhirnya Bagas memutuskan untuk mengajak Chelsea lagi
“Chel udahlah mending lo bareng gue aja, gue gak ngerasa direpotin kok”
“Kalo lo mau duluan, duluan aja” jawab Chelsea, huhh sungguh keras kepala
“Yakin mau gue tinggal, rumah lo gak jauh dari sini ya nyampe lo tolak tawaran gue” Chelsea hanya menggelengkan kepala
“Yaudah sekarang lo naik, kalo gak gue tinggal nih” Refleks, Chelseapun langsung menaiki motor Bagas, dan mereka akhirnyapun menghilang dari tatapan seseorang, ya memang benar ia adalah Adel~
Belum sampai dirumah Chelsea, hujanpun tiba-tiba datang dengan derasnya, mereka mengeroyok Bagas dan Chelsea, dan akhirnya Bagaspun menemukan tempat yang terdapat sebuah pohon besar ditaman kota yang kebetulan ada kursi yang tidak ikut dikeroyok oleh air hujan, akhirnya Bagas memutuskan untuk berlindung disitu.

Chelsea yang alergi kedinginanpun langsung bersin-bersin dibuatnya, tubuhnya menggigil namun berkeringat, matanya juga merah berair, menyadari hal itu Bagaspun langsung meliriknya dan berkata
“Kenapa chel? dingin ya? lo bawa jaket gak?” Tanya Bagas khawatir
“Kalo gue bawa.. uu..daah guee pake daa..rr.ii taddii gaas” ujar Chelsea menggigil
“Gue alergi dingin” lanjutnya
Bagaspun kewalahan dengan apa yang harus ia lakukan, namun tanpa berpikir panjang, ia langsung menjatuhkan Chelsea dalam pelukannya. Chelseapun mendekap dalam pelukan Bagas yang semakin erat, ia masih tidak menyangka pada apa yang dilakukan Bagas tersebut
“Maaf chel, maafin gue udah bikin lo kayak gini” ucap Bagas yang semakin mempererat pelukannya dan mengecup puncak kepala Chelsea dan melakukannya agak lama

Keesokan harinya
“Eh del udah sehat?” Tanya Bagas basa-basi, namun bukannya senang justru kali ini Bagas merasa biasa saja, malah ia lebih gusar dari kemarin, entah apa yang ia khawatirkan saat ini
“Bukannya dari kemarin jug ague emang udah sehat? pake nanya lagi lo” celoteh Adel
“Lah sekarang Chelsea mana?” Tanya Angel
“Iyaa, si Chelsea mana? udah hampir telat nih” ujar Difa
“Begok! kemarinkan dia hujan-hujanan sama lo, kenapa lo lupa nanya kabar dia” gerutu Bagas dalam hati sambil menepu-nepuk jidatnya
“Kenapa lo gas?” Tanya Marsha
“Ehh.. eh.. Gue lupa, kemarin Chelsea kehujanan sama gue dijalan” jelas Bagas
“Begok! kenapa lo biarin Chelsea kehujanan? dia alergi kedinginan tau gak gas?!” kali ini Adel sudah tidak mepedulikan lagi perasaannya terhadap Bagas ia benar-benar marah terhadap Bagas, tak ada satu orangpun yang boleh membiarkan Chelsea kedinginan apalagi kehujanan itulah janji Adel
“Sorry gue juga baru tau waktu dia ngomong gitu ke gue” ucap Bagas penuh dosa
“Sorry sorry!! Sorrynya bukan ke gue! sorrynya ke Chelsea gas!”
“Chelsea alergi kedinginan? kalo gitu dia gak boleh sendirian dong, biar ada yang ngasih kehangatan sama dia” ucap Angel polos
“Harusnya gitu ngel, tapi percuma walaupun ada yang nemenin dia, dia kan tetep aja sakit” emosi Adel
Bagas benar-benar tidak habis pikir terhadap sikap Adel padanya, Adel benar-benar marah pada Bagas, dan itulah kesalahan terbesar Bagas,namun bukan karena hal itu saja, namun karena sosok Chelsea yang begitu baik dan disayangi oleh Adel hari ini terjatuh sakit akibat Bagas. Kalau saja ia tidak memaksa Chelsea untuk pulang naik motor, dan menunggu sedikit waktu lagi agar Chelsea bisa naik taksi, mungkin tidak seperti ini jadinya. Bagaspun langsung saja meraih handphone yang ada disaku celananya, ia tidak peduli walaupun jam pelajaran dimulai, yang jelas ia harus segera meminta maaf pada Chelsea saat itu juga.

From Bagas:
Chel, maaf soal kemarin. Gue bener-
bener nyesel Chel, kalo aja waktu itu
gue bisa ngasih sedikit kehangatan
mungkin lo gak akan kayak gini jadinya

Chelsea hanya tersenyum melihat kalimat terakhir Bagas itu, sekhawatir itukah ia pada Chelsea? padahal kemarin kan Bagas ngasih kehangatan yang begitu berguna bagi Chelsea, lalu?

From Chelsea:
Sekhawatir itukah gas? but thank you
very much gas, bukan salah lo kok :)
Maaf ya udah bikin lo khawatir wkwk

From Bagas:
You’re welcome chel :)
Gimana keadaan lo sekarang?

From Chelsea:
Gue baik-baik aja gas, Cuma
perlu istirahat aja :)
Ohya udahan ah, lo belajar sana!

From Bagas:
Iyaa princess bawel:p
Get well soon ya {}

From Chelsea:
Jangan meluk gue mulu!

“Hahaha ada-ada aja” ujar Bagas keceplosan
“Bagas!” sentak pak Naga
“Ehh.. ehh iya pak?” kaget Bagas
“Sedang apa kamu ha?”
“Gak kok pak ini.. ehh ini pak..” jawab Bagas gelagapan
“Ini apa hah?”
“Engga kok pak, maaf”
“Sekali lagi kamu tertawa, kamu lebih baik keluar, jangan kamu pikir bapak takut sama kamu karena ini sekolah papa kamu ya” tegas pak Naga
“Iyaa pak, maaf”
Sepulang sekolah, Bagas memutuskan untuk datang menjenguk Chelsea dirumahnya, namun tanpa sahabat-sahabatnya. Mereka memang sengaja membiarkan Bagas pergi kerumah Chelsea sendirian, agar Bagas dapat meminta maaf dan menebus kesalahannya sendirian saja.

“Permisi, chel” ujar bagas seraya mengetuk pintu kamar Chelsea, dan secara tidak sengaja pintu kamar Chelsea terbuka perlahan karena tidak dikunci, dan alhasil Bagas bisa melihat Chelsea yang sedang tertidur dari balik pintu kamar Chelsea, entah ada dorongan dari mana, Bagas terus melangkahkan kakinya semakin masuk kedalam kamar Chelsea, dan semakin jelas pula ia dapat melihat Chelsea yang sedang tertidur -cantik-
“Chel..” lirih Bagas penuh dosa sambil mengusap-ngusap puncak kepala Chelsea
“Maafin gue ya, maafin gue yang udah lancing bikin lo kayak gini” ucap Bagas lemah, Chelsea yang dapat sangat jelas mendengarkan suara Bagaspun tiba-tiba terbangun, dengan tatapan yang masih buram Chelsea mencoba terus memperhatikan seluk beluk wajah Bagas
“Udah bangun? maaf lagi karena gue udah ganggu istirahat lo”
“Hmm.. gakpapa kok gas, lagian dari tadi gue tidur mulu”
“Udah baikan keadaannya?”
“Hmm” Chelsea menangguk
“Udah makan obat?” Tanya Bagas lagi, kali ini Chelsea menggelengkan kepalanya
“Loh kenapa? yaudah sekarang lo harus makan obat ya, biar besok bisa sekolah” ujar Bagas khawatir dan penuh perhatian
“Gas..”
“Hmm?”
“Lo kok care banget sih sama gue? nanti diluar sana ada yang jealous lagi” goda Chelsea
“Hah? apaan sih lo chel:p gue kan harus tanggung jawab karena gue udah bikin lo kayak gini, lagian siapa sih yang jealous?” Tanya Bagas tersipu malu
“Hahaha orang yang lo suka misalnya” ucap Chelsea penuh makna “Gue kira lo emang tulus jengukin gue, ternyata lo Cuma..” lanjutnya dalam hati

Gimana nyampe sini? masih gak seru ya? oke deh adm coba bikin yang lebih wow, tapi terus pantengin ya!!
Maaf yo salah-salahnya.. See you dears byebyee
# Adm. Helda

Diantara Kita Dia dan Mereka Part 2 ( Versi ChelGas )



Dilanjut yaa part 2 nyaa.. Nihh nihh
Selamat membaca :))

Part 2

“Maaf ya Agatha Chelsea” ucap Bagas lagi sambil memamerkan senyum mautnya
“Iya” jawab Chelsea yang tak mau kalah memamerkan senyum manisnya
“Hmm.. ayo gas buruan” ujar Difa tak sabar
“Gue duluan ya guys” pamit Bagas pada semua yang ada disitu, Adel, Marsha, Angel, dan.. Chelsea
Saat Bagas, Difa, dan Rafli akan keluar kelas tiba-tiba Bella datang
“Eh gas, istirahat ya? bareng yo”
“Jangan gas, gue mohon” ucap Adel dalam hatinya
“Lo bareng sama mereka aja” menunjuk kearah Adel dkk “gue juga mau bareng sama curut-curut ini” lanjutnya
“Siapa yang menurut lo curut?” Sewot Difa dan Rafli bersama
“Hehee”
“Nyengir lo!” ujar Difa

“Chelsea?” kaget Bella yang langsung memeluk Chelsea erat, Bagas yang masih bisa sangat jelas mendengar teriakan Bella itu langsung saja menoleh kearah sumber suara, nampaknya Bagas semakin dibuat bingung oleh kedatangan Chelsea yang langsung disambut kaget oleh Bella dan Adel ini -Sebenernya Chelsea siapanya mereka?-

“Chel lo kemana aja? kita kangen banget sama lo” ujar Bella
“Iya chel, sekarang lo certain sama kita kenapa lo ngilang dan tiba-tiba..” ucap Adel yang sengaja menggantungkan kalimatnya
“Gue kangen banget sama kalian makanya gue minta sama mama papa gue supaya kita pindah ke Indo, ya meskipun harus di Jakarta, dan akhirnya papa gue dapet tawaran pindah ke Jakarta, makanya sekarang gue ada disini, gue kangen banget sama kalian” ujar Chelsea dengan terisak-isak haru
“Jadi kalian temen lama yang terpisahkan?” Tanya marsha
“Iya sha” jawab Adel
“Kalo gitu kita jadi sahabatan dong, emm 5 orang hahaa” ucap Angel
“Pasti haha” merekapun berbincang bincang di kantin sekolah sambil sesekali terdengar tawa canda mereka

At Chelsea’s house
“Cowok tadi siapnya Bella ya? kok Bella nyampe ngelupain temen-temennya gara-gara mau istirahat bareng Bagas? apa jangan-jangan..” sangka Chelsea dalam hati, tiba-tiba grrttt..

================

From Adel
Chel, gue kerumah lo ya?
Kangen sama mama
papa lo juga nih haha:D
gue juga masih kangen sama lo{}

=================
Disebrang sana Adel masih menunggu Chelsea menyetujui permintaannya, tiba-tiba..

=================

From Chelsea
Iyeeee:p
Buruan sini gue juga masih
kangen sama lo wkwk:p
ini alamat gue:
Jln. ……….

==================

Setelah mendapatkan penyetujuan dari Chelsea, Adel langsung saja bergegas menuju rumah Chelsea namun tanpa Bella, seperti biasa.. Bella sedang ingin sendirian lagi pula ia masih bisa bertemu dengan Chelsea besok. Ya, Bella memang selalu saja begitu, namun kedua sahabatnya itu tidak mengapa, mereka mengerti betul sosok Bella seperti apa

“Permisi.. Tante? aku kangen sama tante” ucap Adel ketika bertemu dengan mama Chelsea
“Adel ya? makin cantik aja del hehe” ujar mama Chelsea “Kamu kok bisa ada disini?” lanjutnya
“Adel sekelas sama Chelsea tante, Adel juga baru pindah ke sekolah itu sejak seminggu yang lalu”
“Oya? bagus kalo gitu, terus Bella gimana kabarnya del?”
“Bella baik-baik aja kok tan, Bella juga sekolah disekolah yang sama, Cuma beda kelas tan”
“Terus kenapa dia gak ikut kesini?”
“Biasa tan, Bella emang kayak gitu kan dari dulu, malah lebih-lebih dari dulu tan” ujar Adel sambil memanyunkan bibirnya
“Loh kenapa? jangan gitu del, dia kan sepupu kamu” ucap mama Chelsea menasihati
“Emang bener kok tan, yaaa gara-gara cowok yang namanya Ba..” Adel tersadar dan langsung merutuki dirinya dalam hati -hampi saja keceplosan-
Tidak jauh dari sumber suara, Chelsea ternyata terdiam bertanya-tanya dalam hatinya -Apakah Bagas?-
“Hmm ma, keasikan ngobrol ya nyampe lupa ngajak Adel masuk?” ujar Chelsea polos
“Eh iya mama lupa hehe, ayo del masuk”
“Iya tante”
“Masuk kamar yo del” ajak Chelsea

“Tadi lo kok gak ngelanjutin omongan lo sama mama sih?” Tanya Chelsea penasaran
“Omongan yang mana?” Tanya Adel balik yang sebenarnya paham apa yang dimaksud Chelsea
“Bella berubah gara-gara cowok berinisial B. Siapa? Bagas?” Tanya Chelsea dengan suara yang sewot
“Chelsea? kok ngomongnya gitu? ada yang aneh” curiganya dalam hati
“Kok bengong” Tanya Chelsea lagi
“Ehh.. ehh sorry” ujar Adel gelalapan “Bella kan gak ngelarang gue buat nutupin ini dari Chelsea, gakpapa lah gue bilangin yang sebenernya, toh gak akan rugi buat gue dan Bella” pikirnya dalam hati
“Kenapa ngelamun lagi siii”
“hiihii” Adel nyengir kuda
“Bukannya jawab gue lo-_-“
“Iya iya gue jawab tapi habis itu lo juga jawab pertanyaan gue ya?”
“Hmmm..”
“Bella itu masih suka sama Bagas, dia sendiri yang ngaku sama gue kalo dia kayak gitu itu semenjak putus sama Bagas dan..” belum sempat Adel menyelesaikan penjelasannya Chelsea langsung saja memotong
“What? mantan? jadi Bella mantannya Bagas? sejak kapan? wahh dia masih suka? terus Bagasnya? wahh gila! ternyata si Bella gini gara-gara si Bagas ya? wahwahh hahaa” dalam tawanya Chelsea merasa ada yang aneh -hambar- ya, Chelsea tertawa hambar
“Gak bisa nanya satu-satu? GUE BELUM SELESAI NGOMONG! NYEROCOS AJA TERUS LO” protes Adel sambil menaikan suaranya dalam beberapa kata
“Hihihii”
“Giliran lo deh yang nyengir kuda-_-“
“Peace beibehh” sambil mengucek-ngucek hidung Adel “Lanjut-lanjut” pintanya
“HIDUNG GUE CHELSEAA!!! L
“Hahaha iya deh iyaa, ayo lanjuttt”
“Masih mau lanjut lo?”
“Iyaa iyaa”
“Tapi jawab pertanyaan gue!”
“Apa?”
“Lo udah punya pacar? siapa chel first love lo? orang bule ya?” goda Adel
Jlebb.. Deguban jantung Chelsea semakin meloncat-loncat -entahlah-
“Kenapa diem? jawab dong, yaudah gue gak mau lanjutin”
“Cielahhh ngambek nih anak orang hahaha” ledek Chelsea “Iya deh iya gue jawab. Gue suka sama cowok tapi hanya mengagumi layaknya fans ke idolanya,  dan sekarang gue ngerasain yang beda sama cowok lain, mungkin ini first love gue, bukan cowok yang sangat gue kenal, dan bukan juga cowok bule, gue rasa gue love at the first sight, tapii.. Gue gak mungkin dapetin dia” ujar Chelsea penuh makna
Sepertinya Adel sedang mencerna semua kata-kata Chelsea, Adel memanglah mempunyai kelebihan, dia sangat peka terhadap sahabat-sahabatnya itu, memang inilah Adel, berbeda diantara yang lain. Kini, Chelsea dan Adel sibuk dengan pikirannya masing-masing, merasa tersadar dengan semuanya ini Chelsea langsung saja membuka kembali percakapan
“Kalo lo sendiri gimana sama first love lo? dan sama cowok yang sekarang menempati hati lo?”
“Emm.. kayaknya kita senasib ya chel hehe”
“Apa maksud lo, lo suka juga sama Bagas del?” Tanya Chelsea dalam hati

“Beruntung ya Bella?” ujar Chelsea penuh makna
“Iyaa, beruntung banget dia” Adel sangat mengiyakan perkataan Chelsea barusan, ya mereka sama-sama mencintai seorang Bagas

# Di sisi lain
Sejak sore tadi Bagas hanya terbaring ditempat tidurnya, sering kali ia juga membalik-balikan badannya
“Kok ngedadak gue jadi gusar gini sih?” Tanya Bagas pada dirinya sendiri
Kebetulan Rika sedang berjalan melewati kamar Bagas, ia penasaran kemana Bagas sejak sore tadi? mengapa ia tak keluar juga dari kamar? dengan beberapa pertanyaan diotaknya Rikapun mencoba membuka kamar Bagas yang saat itu tidak dikunci, ia melihat  Bagas sibuk mebolak-balikan badannya diatas tempat tidur. Merasa Bagas sangat aneh, Rikapun memustuskan untuk masuk tanpa permisi terlebih dahulu
“Ngapain lo dek?” Tanya Rika mengagetkan Bagas
“Eh lo ngapain disini sih kak? pake gak permisi dulu lagi mau masuk” protes Bagas pada kakak sulungnya itu, ya Bagas dan Rika adalah sepasang anak di keluarga Erlangga
“Habisnya lo aneh, dari tadi sore lo gak keluar kamar, dan waktu gue mau nyamperin lo eh pintunya gak kekunci dan gue liat lo ngebolak-balikin badan lo gitu, kenapa?” jelas Rika panjang lebar
“Gak tau kak, gue ngerasa hari ini aneh banget, seneng iya, kesel iya, ngerasa dibikin penasaran juga iya” curhat Bagas
“Penasaran sama siapa lo?”
“Makanya itu, gue sendiri juga penasaran, kok gue bisa penasaran” jelas Bagas yang sama sekali tidak jelas itu
“Ngomong apasih lo?” ledek Rika sambil tertawa sambil mengacak-ngacak rambut Bagas, dan langsung duduk ditempat tidur Bagas
“Hihii”
“Nyengir lo!”
“Kak, percaya sama love at the fisrt sight gak?” Tanya Bagas yang sontak membuat Rika kaget dan mulai paham pada perubahan sikapnya itu
“Love at the first sight? ya iyalah percaya” ujar Rika meyakinkan Bagas “Lo lagi ngerasain itu ya? sama siapa? apa ada anak baru disekolah lo? dan anak baru itu bikin lo ngerasain love at the first sight?” Tanya Rika lagi dan sontak membuat Bagas berdiri diatas tempat tidurnya sendiri
“Apasih lo kak?” protes Bagas
“Iya kan, ada anak baru disekolah lo?” goda Rika yang semakin protes terhadap ucapan Rika
“Iya ada anak baru, tapi gue sukanya bukan sama dia!”
“Lah? bukannya lo tadi nanyanya soal love at the first sight? kalo bukan dia siapa lagi?”
“Gue suka sama sepupunya Bella kak, namanya Adelia, Adel itu sahabatnya Chelsea dari kecil dan Chelsea itulah yang jadi anak baru dikelas gue tadi” jelasnya “Adel juga anak baru tapi satu minggu yang lalu, dia pindahan dari Aussie, kalo Chelsea baru masuk tadi, dia pindahan dari London” lanjutnya
“Gue gak yakin sama lo gas” ujar Rika
“Kenapa lo yang gak yakin? gue ngomong pake hati loh, dan gue emang suka sama Adel”
“Hmm..” Selidik Rika
“Kalo lo engga mau bantuin gue mending lo keluar” usir Bagas yang  mulai kesal terhadap kakaknya ini, bukan bantuin malah bikin kesel! dasar Rika
“Ngusir lo? yaudah gue pergi BYE”
“Dasar kakak nyebelin lo-_-“ ujar Bagas dengan suara meninggi
“Orang lo sendiri yang engga mau gue yakinnin” teriak Rika yang menutup pintu kamar Bagas dengan sentakan keras

“Selamat pagi mama, selamat pagi papa” ujar Chelsea semangat
“Cie hari ini anak mama cerianya gak ketulungan ya pa?” goda mama
“Iyaa, anak papa sekarang udah keliatan lebih ceria dari sebelumnya, seneng ya sayang di Jakarta”
“Iyaa pa ma, Chelsea senennggg banget di sini, apalagi..” belum sempat Chelsea menyelesaikan ucapannya itu, tiba-tiba ia teringat oleh perkataan Adel kemarin sore
 “Bella itu masih suka sama Bagas, dia sendiri yang ngaku sama gue kalo dia kayak gitu itu semenjak putus sama Bagas dan..”
“Engga Chel lo gak boleh suka sama Bagas! Engga boleh!” rutuknya dalam hati
“Kenapa sayang kok diem?” Tanya mama
“Engga kok ma gakpapa hehe”
Makannya udah selesai, waktunya Chelsea berpamitan pada mamanya
“Ma Chelsea sama papa berangkat ya, mama jangan ngerasa kesepian karena Chelsea pergi”
“Haha iyaa sayang, yaudah sana kamu berangkat, belajar yang bener ya”

At SMA Langit Biru
“Sha, ngel, Adel belum dateng ya?” Tanya Chelsea khawatir
“Iya nih, dia belum dateng mana bentar lagi bel masuk lagi” jawab Angel panik
“Apa jangan-jangan dia gak bakalan masuk?” Tanya Marsha
Bagas yang mendengar perkataan Chelsea, Angel, dan Marshapun mulai gusar dengan ketidak hadiran Adel, Bagas
terus mondar-mandir didepan kelas dan duduk dibangkunya dengan tidak tenang. Chelsea sungguh menyadari akan hal itu, bagaimana tidak? bangku Bagas dengan Chelsea kan sebelahan
“Kenapa gas?” Tanya Chelsea sehati-hati  mungkin
“Gakpapa kok chel, ohyaa Adel sekolah gak? kok belum dateng sih”
Jlebb.. Chelsea sudah menduga akan hal ini, dan sekarang Chelsea benar-benar paham, ternyata Bagas mencintai Adel, lalu Bella? bagaimana dengan dia, pertanyaan itu berputar dalam otak Chelsea saat ini.
“Kok diem chel?” Tanya bagas lagi
“Gakpapa kok, gue juga gak tau nih gas Adel kemana, gue udah coba sms dia tapi gak dibales juga”
Teeetttttt.. bel masukpun berbunyi, tak perlu berselang waktu cukup lama, pak Oni pun langsung masuk dan memulai jam pelajaran, dan sampai saat ini juga Adel belum menampakan batang hidungnya dihadapan Chelsea maupun Bagas
“Pelajaran yang membosankan” ujar Marsha
“Iya sha, sangat sangat membosankan” balas Angel
“Ssst.. Angel jangan gitu, kasian pak Oni nya udah capek ngajar” kata Difa menasihati
“Yee Difa sok asik:p” celoteh Marsha
“Bukan ke elo sha!” protes Difa
“Tapi kan gue juga ngomongnya samaan kayak Angel”
“Bisakah kalian tenang? jangan berisik saat jam pelajaran, kasian yang lain” tegas pak Oni
“Pak Oni ngasihanin siapa ngel? bukannya emang gak ada yang merhatiin ya kecuali pacar lo, pacar lo aja barusan gak terlalu merhatiin kok, malah ngomong sama gue” cerocos Marsha. Ya, Angel dan Difa pacaran sejak 2 minggu yang lalu
“Marsha!” kali ini pak Oni benar-benar marah pada kelakuan Marsha
“Hadeuhh Marsha.. Marshaa..  Le to the mot” ejek Novi dan kawan-kawan
“Sudah semuanya! Jangan berisik!” tegas pak Oni “Kamu Marsha, satu kali lagi kamu mengganggu yang lainnya dikelas saya, saya tidak segan-segan mengeluarkan kamu dikelas saya. Mengerti?”
“Iyaa pak” celutuk Marsha
Bel istirahatpun berbunyi, semua mensyukuri hal itu tak terkecuali Bagas dan Chelsea, yang sedari tadi hanya diam dalam pikiran mereka masing-masing, bahkan saat pak Oni marahpun mereka berdua sama-sama tidak menyadarinya.
“Ngel ke kantin bareng yuk?” ajak Difa
“Lah gue?” protes Marsha
“Sana aja sama Chelsea!”
“Kamu gak sama Bagas?” Tanya Angel
“Males ganggu ah, liat aja sendiri dia! yaudah yoo ke kantin”
“Di to the fa! gue gimana?” Tanya Marsha sekali lagi
“Sama Chelsea aja MARSHA kalo engga sama si Rafli aja sono” ucap Difa emosi
“Lo gak liat apa Chelsea lagi ngapain? Rafli? kan dia kumpulan osis difoo” ujar Marsha, dan mereka bertigapun langsung melirik Chelsea, setelah itu mereka saling menatap satu sama lain. Bagas, Chelsea.. Benar-benar membuat tiga sahabatnya ini bingung, mereka bertiga sama-sama menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sekali-sekali mereka mencoba menyadarkan Bagas dan Chelsea, namun naas hasilnya sia-sia. Mereka tidak sadar juga, dan dengan satu sentakan kuat Marsha mengagetkan Bagas dan Chelsea secara bersamaan
“WOYY!!” teriak Marha
“Berisik gila!” protes Bagas yang langsung menutup telinganya
“Marsha apa-apaan sih, bikin kaget tau gak?” ucap Chelsea sambil mengusap-ngusap dadanya
“Maaf, habisnya sih kalian dari tadi bengong mulu, sama-sama nunduk lagi! diomongin juga gak denger, apa jangan-jangan dari pelajaran pak Oni kalian emang udah ngelamun gitu hah?” cerocos Marsha
“Lo gak liat apa tadi pak Oni ngamuk gara-gara nih cewek” Tanya Difa sambil melirik kearah Marsha
“Ngamuk?” Tanya Bagas dan Chelsea serempak
“Gas, chel.. Kalian?” Tanya Angel aneh
“Udah ah ribet ngurusin kalian, mending kita ke kantin yo ngel” ajak Difa yang langsung saja merangkul dan membawa Angel keluar kelas, Marsha yang masih terpaku melihat keanehan Bagas dan Chelseapun langsung saja keluar ketika melihat Rafli melewati kelasnya. Kini, tersisa dua anak manusia dikelas, mereka sama-sama terdiam dan tak tahu harus berbuat apa. Merasa bosan dengan kesunyian ini, akhirnya Bagas membuka suara
“Chel, lo gak istirahat?” Tanya Bagas lembut namun Chelsea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja
“Lo gak laper?” Tanya Bagas lagi dengan nada suara yang semakin melembut
“Engga kok gas, gue gak laper. Kalo lo laper, lo istirahat aja, susulin mereka”
“Terus lo?”
“Bagas kok mendadak perhatian gini sama gue?” Tanya Chelsea dalam hati
“Hmm.. Gakpapa gue sendiri disini, lagian juga kan nanti takutnya ada Bella nyamperin kesini, sekalian gue mau tanyain keadaan Adel gimana?” ujar Chelsea tak kalah lembutnya.
“Oh iyaa Adel!! kenapa gue lupain dia? bukannya tadi gue mikirin dia? terus kenapa sekarang dia ngilang dan muncul lagi waktu Chelsea yang ngingetin gue?” Tanya Bagas dalam hati

Ditunggu yo kelanjutannya..
Maaf atas segala kesalahannya, no bully! CGF Cinta Damai
# Adm. Helda