Nih kelanjutannya..
Selamat membaca
Part 4
Degg.. “Apa maksud Chelsea?”
Tanya Bagas dalam hati
“Makasih ya gas udah mau
jengukin gue? oh ya yang lain mana?”
“Sama-sama chel, yang lain
lagi pada sibuk, tapi kalo Adel gue gak tau, dia kayaknya ogah banget dateng
kesini bareng gue, soalnya dia marah sama gue gara-gara ini” ucap Bagas
menyesal
“Oh jadi lo dateng kesini
karena gak enak gara-gara dimarahin sama Adel gas? miris banget nasib gue” ujar
Chelsea dalam hati
“Lo suka sama Adel kan gas?”
Tanya Chelsea pada Bagas
“Loh kok lo tau? tau dari
mana?” Tanya Bagas malu
“Jadi bener lo suka sama
Adel?”
“Hehehe iya chel” Chelsea
hanya tertawa miris melihat pengakuan Bagas barusan, sungguh Bagas tega, ia
benar-benar tak mengerti dengan ekspresi yang ditunjukan oleh Chelsea -dasar
tak berperasaan-
“Ohya chel, Adel itu orangnya
kayak gimana sih? terus suka sama apa aja? terus bencinya juga sama apa aja?”
Tanya Bagas lagi dengan tak memperhatikan air muka Chelsea yang sudah berubah,
namun Chelsea hanya diam tak menjawab, rasa pusingnya kembali lagi begitu pula
dengan demamnya, Chelsea benar-benar kesakitan luar dan dalam
“Kenapa chel?” Tanya Bagas
panik yang saat itu mulai menyadari bahwa Chelsea sedang memegang-megangi
kepalanya
“Pusing gass..” Chelseapun
tergeletak lemas diatas tempat tidurnya, Bagas lupa kalo siang ini Chelsea
belum makan siang dan makan obatnya, bodoh Bagas sungguh bodoh
“Chel, bentar ya aku mau
panggilin mama kamu”
“Mama kan pergi gas?”
“Oh jadi dari tadi kamu cuma
sama bibi aja disini?” Chelsea hanya mengangguk
“Yaudah kalo gitu gue kebawah
dulu ya panggilin bi sri” pamit Bagas
Tak lama kemudian Bagas
membawa sepiring nasi segelas air putih dan sebungkus obat untuk Chelsea
“Gue suapin ya chel” tawar
Bagas
“Gakpapa kok gas gue sendiri
aja”
“Sekaliiii aja” pinta Bagas
“Aaaaa” Bagas membuka mulutnya lebar-lebar dan diikuti oleh Chelsea, akhirnya
Bagas menyuapi Chelsea makan sampai habis
“Chel, pertanyaan gue yang
tadi dijawab ya, jawabnya setelah lo sembuh” ucap Bagas tak berperasaan
Degg.. Jantung Chelsea
kembali diremas-remas oleh tangan raksasa yang dikirimkan Adel untuknya
Paginya..
“Ma Chelsea sekolahnya besok
aja ya” ujar Chelsea memelas
“Loh kenapa sayang, bukannya
kamu lagi seneng-senengnya buat sekolah ya? lagian kan demam kamu juga udah
turun, apa kamu pusing?” Tanya mama khawatir
“Engga kok ma, Chelsea udah
baikan cuma Chelsea gak enak badan ma” ucap Chelsea bohong, ia sebenarnya masih
belum sanggup untuk bertemu Bagas apalagi jika harus ditagih janji oleh Bagas
“Yaudah kalo gitu kamu
istirahat aja, nanti biar papa yang minta izin lagi ke sekolah” ujar papa
At SMA Langit Biru
“Gas..” tegur Adel
“Ada apaan del” jawab Bagas
lempeng
“Lo marah sama gue gara-gara
kemarin gue bentak-bentak lo ya?”
“Engga kok, lagian emang gue
yang salah waktu itu”
“Sorry ya gas”
“Iya lo tenang aja, kemarin
gue udah jengukin Chelsea kerumahnya kok, dan dia udah baikan, tapi gue gak tau
hari ini dia sekolah apa engga” tiba-tiba
Grrtt.. handphone Adel
berbunyi menandakan ada pesan masuk
======================
from Chelsea
Sorry ya del gue gak masuk
lagi hari ini, badan gue gak enak
banget del, tapi besok gue sekolah
deh, janji!! see you{}
=======================
“Bodoh!! masa hari ini gue
mau pamit ke Chelsea, dianya malah sakit. Gimana kalo dia kecewa dan tambah
sakit? semua gara-gara Bagas! kalo aja gue gak suka sama lo, udah gue bunuh
hari ini juga lo” rutuk Adel dalam hati
“Kenapa del?”
“Chelsea gak bakal sekolah,
dia masih sakit”
“Loh kok?” Bagaspun mulai tak
mengerti pada Chelsea, kemarin setelah Bagas menyuapi Chelsea dan melihat
Chelsea makan obatnya, Chelsea sudah tidak apa-apa, lalu kenapa Chelsea balik
lagi sakit?
“Kenapa lo? bingung?” Bagas
hanya melongo mendengar nada sinis yang Adel lontarkan, bukannya dia tadi minta
maaf pada Bagas
“Nanti siang gue berangkat ke
Aussie, nyokap gue sakit disana. Dan kalo Chelsea sekarang gak sekolah itu
tandanya gue gak bisa pamitan langsung ke dia!”
“Ke Aussie del? berapa lama?”
“Setidaknya nyampe nyokap gue
baikan” Adelpun berlalu begitu saja tanpa melihat reaksi Bagas yang sedang tertimpa
galau maksimal
Keesokan harinya
“Hai chel!! udah sembuh?
sorry ya kita gak sempet ngejengukin lo kemarin” tegur Angel
“Iya chel, sorry ya, gue juga
mewakili Adel hehe” ujar Marsha
“Maksud lo sha?” Tanya
Chelsea kebingungan dengan beberapa kata yang Marsha ucapkan
“Adel kemarin siang berangkat
ke Aussie, mamanya sakit chel” ujar Angel
“Kok gak pamit sama gue sih?”
Tanya Chelsea kecewa
“Maaf chel, semuanya
gara-gara gue” ujar Bagas yang datang secara tiba-tiba
“Kemarin Adel bilang sama gue
kalo dia mau pamit sama lo, tapi lo gak sekolah karena gue bikin lo sakit, dan
Adel gak enak hati kalo harus pamit sama lo dengan keadaan lo yang kemarin”
“Chel, lo diminta sama bu
Winda ke ruang musik sekarang, katanya dia mau denger lo nyanyi” ujar Rafli
tiba-tiba
“Loh kok gue fli?”
“Entahlah, buruan keburu
masuk chel” Chelseapun berlalu menuju ruang musik
“Waw chel, jadi beneran ya
kamu pinter nyanyi dan main piano” puji bu Winda setelah mendengarkan Chelsea
menyanyi sambil memainkan piano
“Engga kok bu saya cuma bisa
aja hehe”
“Yaudah kalo gitu kamu ibu
tunggu disini setelah pulang sekolah ya chel” ucap bu Winda ramah “Ibu duluan
ya” lanjutnya
Setelah pulang sekolah,
Chelsea bergegas ke ruang musik namun tiba-tiba brukk.. Gitar kesayangan Bagas
telah tergeletak dilantai
“Ehh maaf maaf aku gak
sengaja” ucap Chelsea yang belum menyadari bahwa ia baru saja menabrak Bagas
dan ia langsung saja mengambil gitar itu
“Bagas?” kaget Chelsea seraya
memberikan gitar itu kepada Bagas
“LO TAU GAK ITU TUH GITAR
KESAYANGAN GUE?! KENAPA LO JATUHIN HAA?”
bentak Bagas didepan wajah
Chelsea, Chelsea kaget mendengar bentakan Bagas, dalam hatinya ia begitu
terluka, setega inikah Bagas membentak Chelsea?
“Ma..aaff gas gue gak sengajaa maaf” lirih Chelsea sambil menahan isakan tangisnya
“Ma..aaff gas gue gak sengajaa maaf” lirih Chelsea sambil menahan isakan tangisnya
“Chel tega banget lo, ini
gitar pemberian alm. kakek kenapa lo..” suara Bagaspun melemah, ada rasa
penyesalan didalam hatinya karena telah membentak Chelsea, namun saat ini ia
sungguh-sungguh marah, dan kecewa pada Chelsea
“Gas maaf, gue gak sengaja
nabrak lo gas.. Gue udah ditunggu sama bu Winda diruang musik, makanya gue
buru-buru”
“Kalo gitu lo pergi sekarang!
ngapain masih disini?” ujar Bagas kasar
“Gas.. gas elo.. erghh”
“Kenapa chel? kamu habis
nangis?” Tanya bu Winda namun Chelsea hanya menggelengkan kepalanya saja
“Yaudah kalo begitu sebentar
ya, kita latihannya bertiga, tapi mana ya satu lagi?” ujar bu Winda sambil
melihat kearah pintu, dan..
“Nah itu dia” ucap bu Winda,
dan akhirnya Chelseapun menoleh kearah pintu
“Bagas?” ucap Chelsea pelan
“Loh kenapa gas? kok lesu?”
Tanya bu Winda
“Gakpapa kok bu” ucap Bagas
seraya melihat sedikit kearah Chelsea namun Chelsea langsung membuang mukanya,
menutupi segala kesedihannya
“Yaudah kalo gitu bisa kita
mulai?” Chelsea dan Bagas hanya mengangguk
“Lagunya yang ini ya, ibu
soalnya ngerasa lagu ini itu pas banget kalo dinyanyiin kalian buat lomba nanti,
biar dapet gitu feelnya” sambil menunjukan selembaran kertas
berisi lirik lagu Cobalah Untuk Setia - Krisdayanti
Bagas: Apalah maumu kasih
Kau pilih diriku di dalam hidupmu
Nyatanya kulihat kini
Tak bisa kau coba untuk setia
Kau pilih diriku di dalam hidupmu
Nyatanya kulihat kini
Tak bisa kau coba untuk setia
Chelsea: Sudah cukuplah sudah
Ku memberikan waktu
Kau selalu tak bisa
Mencoba untuk setia
Ku memberikan waktu
Kau selalu tak bisa
Mencoba untuk setia
ChelGas:
yang selalu ku inginkan
yang selalu ku nanti
kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta
yang selalu ku nanti
kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta
Chelsea: dan harus kau sadari
bila ingin bersamaku
jangan coba kau ingkari
cobalah untuk setia
bila ingin bersamaku
jangan coba kau ingkari
cobalah untuk setia
Bagas: Masih kah aku diinginkan
Chelsea: Masihkah aku di dambakan
ChelGas: Masih ada waktu untukku
Bersamamu akankah kujalani hidup
Chelsea: Masihkah aku di dambakan
ChelGas: Masih ada waktu untukku
Bersamamu akankah kujalani hidup
Bagas: yang selalu ku inginkan
yang selalu ku nanti
Chelsea: kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta
yang selalu ku nanti
Chelsea: kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta
Bagas: dan harus kau sadari
bila ingin bersamaku
Chelsea: jangan coba kau ingkari
Chelgas: cobalah untuk setia
bila ingin bersamaku
Chelsea: jangan coba kau ingkari
Chelgas: cobalah untuk setia
Chelsea sangat tersentuh
menyanyikan lagu tersebut dengan iringan gitar yang dipinjamkan bu Winda untuk
Bagas. Tak dapat dipungkiri lagi oleh Bagas, dalam hatinya ia sangat memuji
penghayatan dan suara Chelsea yang khas itu -indah-
Keesokan harinya
“Pah mah Bagas berangkat ya”
pamit Bagas pada pak Angga dan ibu Ira
“Iya sayang, hati-hati ya”
ucap pak Angga dan bu Ira
At SMA Langit Biru
“Hai chel” tegur Angel dan
Marsha di gerbang sekolah
“Hai ngel hai juga sha”
tiba-tiba Bagas berlalu dihadapan mereka tanpa melirik ketiga gadis ini
sedikitpun
“Lo masih marah sama gue
gas?” Tanya Chelsea dalam hati dengan raut wajah menyesal
“Kenapa tuh anak, gak liat
kita ada disini apa?” cerocos Marsha
“Ssst sha.. Emang harus ya
tiap hari dia sapa-sapa kita gitu” ucap Angel
“Yah kan tumben banget dia
dingin gitu” protes Marsha, Chelseapun melangkah pergi, malas mendengarkan
ocehan sahabatnya itu
“Tuh anak kenapa lagi pake
ninggalin kita segala” ucap Marsha sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal
“Iya, eh sha kayaknya ada
yang aneh deh diantara mereka” ucap Angel menyelidik “Udahlah mending kita ke
kelas yuk” lanjutnya
Kring… Bel istirahatpun
berbunyi, semua keluar kelas terkecuali Chelsea, ia hanya diam sejak pelajaran
pertama dimulai, Bagas tau perubahan sikap Chelsea hari ini, karena jika boleh
jujur Bagas tidak benar-benar marah pada Chelsea, iapun sungguh menyesal telah
membentak Chelsea kemarin, namun Bagas sungguh tidak dapat membendung emosinya
saat itu
“Chelsea mana ngel” Tanya
Marsha saat berada dikantin bersama Angel
“Oh iya hampir lupa” ucap
angel sambil menepuk jidatnya sendiri
“Apa ketinggalan dikelas?” Tanya
Marsha lagi
“Dodol! bukan ketinggalan
Marshaaaa.. Emang lo kata barang apa ketinggalan”
“Chelsea kenapa sih? tadi
pagi ninggalin kita tanpa pamit, nah sekarang dia malah gak ngikut sama kita.
Apa dia galau gara-gara ditinggal Adel sama Bella pergi?” ucap Marsha
Tidak jauh dari tempat Angel
dan Marsha berbicara ternyata Bagas sedang merutuki dirinya sendiri
“Oh iya, Chelsea gini apa
karena sedih gara-gara gue bentak kemarin ya? lo begok gas! baru aja lo bikin
Adel sama Bella gak ketemu dan pamitan sama Chelsea sekarang lo bikin dia sedih
dan ngejauh dari Angel dan Marsha” ucap Bagas dalam hati “Gue harus minta maaf
sama Chelsea gimanapun juga kan kemarin dia gak sengaja ngapain gue bentak dia
kayak gitu? iya gue harus minta maaf” lanjutnya
“Oh ya ngel, kita ke kelas
yuk, gue gak laper deh jadinya”
“Yaudah yoo sekalian kita
samperin Chelsea”
“Gas lo marah sama gue?”
Tanya Chelsea pelan sambil melirik ke sebelah bangkunya, yaa itu bangku Bagas
dan Difa “Bodoh chel, ya jelas dia marah sama lo, apa lo gak liat sikap dia
hari ini sama lo” rutuknya dalam hati. Chelseapun kembali larut dalam lamunannya,
tiba-tiba..
“Hmm” Angel dan Marsha hampir
saja mengagetkan Chelsea namun yang dikagetkan tidak merespon apa-apa
“Chel” ucap Angel
“Hm?” Chelsea masih belum
mengalihkan perhatiannya dari handphone miliknya
“Chel kita mau nanya sama lo,
please jujur” ucap Marsha dan Chelseapun segera menoleh ia menduga-duga bahwa
pertanyaan mereka adalah..
“Sikap lo berubah hari ini
chel, lo kenapa? lo kan bisa cerita sama kita” ujar Marsha. Benar saja dugaan
Chelsea tidak meleset sedikitpun
“Gue gakpapa kok sha, gue cuma..”
belum Chelsea menyelesaikan kalimatnya namun sudah terpotong oleh Angel
“Adel? Bella?”
“Ohya gue belum ngehubungin
mereka kok gue begok sih” ujar Chelsea tak sadar dan langsung mengetikkan pesan
singkat kepada Adel
“Hah?” kaget Angel dan Marsha
“Terus apa yang bikin lo
kayak gini chel?” Tanya Angel dan Marsha
“Oh engga kok, iya iyaa gue..
emm gue kangen sama Adel hehe” bohong Chelsea, Angel dan Marsha hanya saling
bertatapan. Ya, mereka kebingungan dengan sikap Chelsea yang aneh hari ini,
bukan hanya aneh tapi benar-benar sangat aneh. Ditengah-tengah kesunyian kelas
tiba-tiba seseorang datang memecahkan kesunyian itu
“Permisi, gue mau cari ketua
kelas, ada?” Tanya salah satu anggota Osis yang ternyata adalah Karel
“Karel? Bagasnya lagi
istirahat, emang ada apaan?” ujar Marsha
“Gue mau ngasih tau aja, 2
minggu lagi sekolah kita ngadain pensi, pilih perwakilannya ya buat tampil
nanti” ujar Karel ramah “Oh ya, lo siapa? kok gue baru liat”
“Gue Chelsea” ucap Chelsea
seraya menjulurkan tangannya
“Karel”
“Yaudah kalo gitu gue duluan
ya” pamit Karel
“Chel..” ucap Angel sambil
menyenggol-nyenggol tangan Chelsea dengan sikutnya
“Apaan sih” ucap Chelsea malu
lalu duduk dibangkunya
“Ngel, kayaknya ada yang
cocok buat dijadiin couple nih” goda Marsha, namun tiba-tiba..
Maaf ya kalo jelek..
NO BULLY
Tunggu Parts selanjutnyaaaa.. byeee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar