Senin, 12 Mei 2014

Diantara Kita Dia dan Mereka Part 4 ( Versi ChelGas )



Nih kelanjutannya..
Selamat membaca

Part 4
Degg.. “Apa maksud Chelsea?” Tanya Bagas dalam hati
“Makasih ya gas udah mau jengukin gue? oh ya yang lain mana?”
“Sama-sama chel, yang lain lagi pada sibuk, tapi kalo Adel gue gak tau, dia kayaknya ogah banget dateng kesini bareng gue, soalnya dia marah sama gue gara-gara ini” ucap Bagas menyesal
“Oh jadi lo dateng kesini karena gak enak gara-gara dimarahin sama Adel gas? miris banget nasib gue” ujar Chelsea dalam hati
“Lo suka sama Adel kan gas?” Tanya Chelsea pada Bagas
“Loh kok lo tau? tau dari mana?” Tanya Bagas malu
“Jadi bener lo suka sama Adel?”
“Hehehe iya chel” Chelsea hanya tertawa miris melihat pengakuan Bagas barusan, sungguh Bagas tega, ia benar-benar tak mengerti dengan ekspresi yang ditunjukan oleh Chelsea -dasar tak berperasaan-
“Ohya chel, Adel itu orangnya kayak gimana sih? terus suka sama apa aja? terus bencinya juga sama apa aja?” Tanya Bagas lagi dengan tak memperhatikan air muka Chelsea yang sudah berubah, namun Chelsea hanya diam tak menjawab, rasa pusingnya kembali lagi begitu pula dengan demamnya, Chelsea benar-benar kesakitan luar dan dalam
“Kenapa chel?” Tanya Bagas panik yang saat itu mulai menyadari bahwa Chelsea sedang memegang-megangi kepalanya
“Pusing gass..” Chelseapun tergeletak lemas diatas tempat tidurnya, Bagas lupa kalo siang ini Chelsea belum makan siang dan makan obatnya, bodoh Bagas sungguh bodoh
“Chel, bentar ya aku mau panggilin mama kamu”
“Mama kan pergi gas?”
“Oh jadi dari tadi kamu cuma sama bibi aja disini?” Chelsea hanya mengangguk
“Yaudah kalo gitu gue kebawah dulu ya panggilin bi sri” pamit Bagas
Tak lama kemudian Bagas membawa sepiring nasi segelas air putih dan sebungkus obat untuk Chelsea
“Gue suapin ya chel” tawar Bagas
“Gakpapa kok gas gue sendiri aja”
“Sekaliiii aja” pinta Bagas “Aaaaa” Bagas membuka mulutnya lebar-lebar dan diikuti oleh Chelsea, akhirnya Bagas menyuapi Chelsea makan sampai habis

“Chel, pertanyaan gue yang tadi dijawab ya, jawabnya setelah lo sembuh” ucap Bagas tak berperasaan
Degg.. Jantung Chelsea kembali diremas-remas oleh tangan raksasa yang dikirimkan Adel untuknya
Paginya..
“Ma Chelsea sekolahnya besok aja ya” ujar Chelsea memelas
“Loh kenapa sayang, bukannya kamu lagi seneng-senengnya buat sekolah ya? lagian kan demam kamu juga udah turun, apa kamu pusing?” Tanya mama khawatir
“Engga kok ma, Chelsea udah baikan cuma Chelsea gak enak badan ma” ucap Chelsea bohong, ia sebenarnya masih belum sanggup untuk bertemu Bagas apalagi jika harus ditagih janji oleh Bagas
“Yaudah kalo gitu kamu istirahat aja, nanti biar papa yang minta izin lagi ke sekolah” ujar papa

At SMA Langit Biru
“Gas..” tegur Adel
“Ada apaan del” jawab Bagas lempeng
“Lo marah sama gue gara-gara kemarin gue bentak-bentak lo ya?”
“Engga kok, lagian emang gue yang salah waktu itu”
“Sorry ya gas”
“Iya lo tenang aja, kemarin gue udah jengukin Chelsea kerumahnya kok, dan dia udah baikan, tapi gue gak tau hari ini dia sekolah apa engga” tiba-tiba
Grrtt.. handphone Adel berbunyi menandakan ada pesan masuk

======================

from Chelsea
Sorry ya del gue gak masuk
lagi hari ini, badan gue gak enak
banget del, tapi besok gue sekolah
deh, janji!! see you{}

=======================

“Bodoh!! masa hari ini gue mau pamit ke Chelsea, dianya malah sakit. Gimana kalo dia kecewa dan tambah sakit? semua gara-gara Bagas! kalo aja gue gak suka sama lo, udah gue bunuh hari ini juga lo” rutuk Adel dalam hati
“Kenapa del?”
“Chelsea gak bakal sekolah, dia masih sakit”
“Loh kok?” Bagaspun mulai tak mengerti pada Chelsea, kemarin setelah Bagas menyuapi Chelsea dan melihat Chelsea makan obatnya, Chelsea sudah tidak apa-apa, lalu kenapa Chelsea balik lagi sakit?
“Kenapa lo? bingung?” Bagas hanya melongo mendengar nada sinis yang Adel lontarkan, bukannya dia tadi minta maaf pada Bagas
“Nanti siang gue berangkat ke Aussie, nyokap gue sakit disana. Dan kalo Chelsea sekarang gak sekolah itu tandanya gue gak bisa pamitan langsung ke dia!”
“Ke Aussie del? berapa lama?”
“Setidaknya nyampe nyokap gue baikan” Adelpun berlalu begitu saja tanpa melihat reaksi Bagas yang sedang tertimpa galau maksimal

Keesokan harinya
“Hai chel!! udah sembuh? sorry ya kita gak sempet ngejengukin lo kemarin” tegur Angel
“Iya chel, sorry ya, gue juga mewakili Adel hehe” ujar Marsha
“Maksud lo sha?” Tanya Chelsea kebingungan dengan beberapa kata yang Marsha ucapkan
“Adel kemarin siang berangkat ke Aussie, mamanya sakit chel” ujar Angel
“Kok gak pamit sama gue sih?” Tanya Chelsea kecewa
“Maaf chel, semuanya gara-gara gue” ujar Bagas yang datang secara tiba-tiba
“Kemarin Adel bilang sama gue kalo dia mau pamit sama lo, tapi lo gak sekolah karena gue bikin lo sakit, dan Adel gak enak hati kalo harus pamit sama lo dengan keadaan lo yang kemarin”
“Chel, lo diminta sama bu Winda ke ruang musik sekarang, katanya dia mau denger lo nyanyi” ujar Rafli tiba-tiba
“Loh kok gue fli?”
“Entahlah, buruan keburu masuk chel” Chelseapun berlalu menuju ruang musik

“Waw chel, jadi beneran ya kamu pinter nyanyi dan main piano” puji bu Winda setelah mendengarkan Chelsea menyanyi sambil memainkan piano
“Engga kok bu saya cuma bisa aja hehe”
“Yaudah kalo gitu kamu ibu tunggu disini setelah pulang sekolah ya chel” ucap bu Winda ramah “Ibu duluan ya” lanjutnya

Setelah pulang sekolah, Chelsea bergegas ke ruang musik namun tiba-tiba brukk.. Gitar kesayangan Bagas telah tergeletak dilantai
“Ehh maaf maaf aku gak sengaja” ucap Chelsea yang belum menyadari bahwa ia baru saja menabrak Bagas dan ia langsung saja mengambil gitar itu
“Bagas?” kaget Chelsea seraya memberikan gitar itu kepada Bagas
“LO TAU GAK ITU TUH GITAR KESAYANGAN GUE?! KENAPA LO JATUHIN HAA?”
bentak Bagas didepan wajah Chelsea, Chelsea kaget mendengar bentakan Bagas, dalam hatinya ia begitu terluka, setega inikah Bagas membentak Chelsea?
“Ma..aaff gas gue gak sengajaa maaf” lirih Chelsea sambil menahan isakan tangisnya
“Chel tega banget lo, ini gitar pemberian alm. kakek kenapa lo..” suara Bagaspun melemah, ada rasa penyesalan didalam hatinya karena telah membentak Chelsea, namun saat ini ia sungguh-sungguh marah, dan kecewa pada Chelsea
“Gas maaf, gue gak sengaja nabrak lo gas.. Gue udah ditunggu sama bu Winda diruang musik, makanya gue buru-buru”
“Kalo gitu lo pergi sekarang! ngapain masih disini?” ujar Bagas kasar
“Gas.. gas elo.. erghh”

“Kenapa chel? kamu habis nangis?” Tanya bu Winda namun Chelsea hanya menggelengkan kepalanya saja
“Yaudah kalo begitu sebentar ya, kita latihannya bertiga, tapi mana ya satu lagi?” ujar bu Winda sambil melihat kearah pintu, dan..
“Nah itu dia” ucap bu Winda, dan akhirnya Chelseapun menoleh kearah pintu
“Bagas?” ucap Chelsea pelan
“Loh kenapa gas? kok lesu?” Tanya bu Winda
“Gakpapa kok bu” ucap Bagas seraya melihat sedikit kearah Chelsea namun Chelsea langsung membuang mukanya, menutupi segala kesedihannya
“Yaudah kalo gitu bisa kita mulai?” Chelsea dan Bagas hanya mengangguk
“Lagunya yang ini ya, ibu soalnya ngerasa lagu ini itu pas banget kalo dinyanyiin kalian buat lomba nanti, biar dapet gitu feelnya” sambil menunjukan selembaran kertas berisi lirik lagu Cobalah Untuk Setia - Krisdayanti

Bagas: Apalah maumu kasih
Kau pilih diriku di dalam hidupmu
Nyatanya kulihat kini
Tak bisa kau coba untuk setia
Chelsea: Sudah cukuplah sudah
Ku memberikan waktu
Kau selalu tak bisa
Mencoba untuk setia
ChelGas: yang selalu ku inginkan
yang selalu ku nanti
kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta
Chelsea: dan harus kau sadari
bila ingin bersamaku
jangan coba kau ingkari
cobalah untuk setia
Bagas: Masih kah aku diinginkan
Chelsea: Masihkah aku di dambakan
ChelGas: Masih ada waktu untukku
Bersamamu akankah kujalani hidup
Bagas: yang selalu ku inginkan
yang selalu ku nanti
Chelsea: kau coba untuk mengerti
apalah arti mencinta
Bagas: dan harus kau sadari
bila ingin bersamaku
Chelsea: jangan coba kau ingkari
Chelgas: cobalah untuk setia
Chelsea sangat tersentuh menyanyikan lagu tersebut dengan iringan gitar yang dipinjamkan bu Winda untuk Bagas. Tak dapat dipungkiri lagi oleh Bagas, dalam hatinya ia sangat memuji penghayatan dan suara Chelsea yang khas itu -indah-

Keesokan harinya
“Pah mah Bagas berangkat ya” pamit Bagas pada pak Angga dan ibu Ira
“Iya sayang, hati-hati ya” ucap pak Angga dan bu Ira

At SMA Langit Biru
“Hai chel” tegur Angel dan Marsha di gerbang sekolah
“Hai ngel hai juga sha” tiba-tiba Bagas berlalu dihadapan mereka tanpa melirik ketiga gadis ini sedikitpun
“Lo masih marah sama gue gas?” Tanya Chelsea dalam hati dengan raut wajah menyesal
“Kenapa tuh anak, gak liat kita ada disini apa?” cerocos Marsha
“Ssst sha.. Emang harus ya tiap hari dia sapa-sapa kita gitu” ucap Angel
“Yah kan tumben banget dia dingin gitu” protes Marsha, Chelseapun melangkah pergi, malas mendengarkan ocehan sahabatnya itu
“Tuh anak kenapa lagi pake ninggalin kita segala” ucap Marsha sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal
“Iya, eh sha kayaknya ada yang aneh deh diantara mereka” ucap Angel menyelidik “Udahlah mending kita ke kelas yuk” lanjutnya
Kring… Bel istirahatpun berbunyi, semua keluar kelas terkecuali Chelsea, ia hanya diam sejak pelajaran pertama dimulai, Bagas tau perubahan sikap Chelsea hari ini, karena jika boleh jujur Bagas tidak benar-benar marah pada Chelsea, iapun sungguh menyesal telah membentak Chelsea kemarin, namun Bagas sungguh tidak dapat membendung emosinya saat itu
“Chelsea mana ngel” Tanya Marsha saat berada dikantin bersama Angel
“Oh iya hampir lupa” ucap angel sambil menepuk jidatnya sendiri
“Apa ketinggalan dikelas?” Tanya Marsha lagi
“Dodol! bukan ketinggalan Marshaaaa.. Emang lo kata barang apa ketinggalan”
“Chelsea kenapa sih? tadi pagi ninggalin kita tanpa pamit, nah sekarang dia malah gak ngikut sama kita. Apa dia galau gara-gara ditinggal Adel sama Bella pergi?” ucap Marsha
Tidak jauh dari tempat Angel dan Marsha berbicara ternyata Bagas sedang merutuki dirinya sendiri
“Oh iya, Chelsea gini apa karena sedih gara-gara gue bentak kemarin ya? lo begok gas! baru aja lo bikin Adel sama Bella gak ketemu dan pamitan sama Chelsea sekarang lo bikin dia sedih dan ngejauh dari Angel dan Marsha” ucap Bagas dalam hati “Gue harus minta maaf sama Chelsea gimanapun juga kan kemarin dia gak sengaja ngapain gue bentak dia kayak gitu? iya gue harus minta maaf” lanjutnya
“Oh ya ngel, kita ke kelas yuk, gue gak laper deh jadinya”
“Yaudah yoo sekalian kita samperin Chelsea”

“Gas lo marah sama gue?” Tanya Chelsea pelan sambil melirik ke sebelah bangkunya, yaa itu bangku Bagas dan Difa “Bodoh chel, ya jelas dia marah sama lo, apa lo gak liat sikap dia hari ini sama lo” rutuknya dalam hati. Chelseapun kembali larut dalam lamunannya, tiba-tiba..
“Hmm” Angel dan Marsha hampir saja mengagetkan Chelsea namun yang dikagetkan tidak merespon apa-apa
“Chel” ucap Angel
“Hm?” Chelsea masih belum mengalihkan perhatiannya dari handphone miliknya
“Chel kita mau nanya sama lo, please jujur” ucap Marsha dan Chelseapun segera menoleh ia menduga-duga bahwa pertanyaan mereka adalah..
“Sikap lo berubah hari ini chel, lo kenapa? lo kan bisa cerita sama kita” ujar Marsha. Benar saja dugaan Chelsea tidak meleset sedikitpun
“Gue gakpapa kok sha, gue cuma..” belum Chelsea menyelesaikan kalimatnya namun sudah terpotong oleh Angel
“Adel? Bella?”
“Ohya gue belum ngehubungin mereka kok gue begok sih” ujar Chelsea tak sadar dan langsung mengetikkan pesan singkat kepada Adel
“Hah?” kaget Angel dan Marsha
“Terus apa yang bikin lo kayak gini chel?” Tanya Angel dan Marsha
“Oh engga kok, iya iyaa gue.. emm gue kangen sama Adel hehe” bohong Chelsea, Angel dan Marsha hanya saling bertatapan. Ya, mereka kebingungan dengan sikap Chelsea yang aneh hari ini, bukan hanya aneh tapi benar-benar sangat aneh. Ditengah-tengah kesunyian kelas tiba-tiba seseorang datang memecahkan kesunyian itu
“Permisi, gue mau cari ketua kelas, ada?” Tanya salah satu anggota Osis yang ternyata adalah Karel
“Karel? Bagasnya lagi istirahat, emang ada apaan?” ujar Marsha
“Gue mau ngasih tau aja, 2 minggu lagi sekolah kita ngadain pensi, pilih perwakilannya ya buat tampil nanti” ujar Karel ramah “Oh ya, lo siapa? kok gue baru liat”
“Gue Chelsea” ucap Chelsea seraya menjulurkan tangannya
“Karel”
“Yaudah kalo gitu gue duluan ya” pamit Karel
“Chel..” ucap Angel sambil menyenggol-nyenggol tangan Chelsea dengan sikutnya
“Apaan sih” ucap Chelsea malu lalu duduk dibangkunya
“Ngel, kayaknya ada yang cocok buat dijadiin couple nih” goda Marsha, namun tiba-tiba..

Maaf ya kalo jelek..
NO BULLY
Tunggu Parts selanjutnyaaaa.. byeee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar